Mila Istri Pilot yang kesepian

Foto Saya
Kenalkan namaku Ika Tantri Mila Verania. Teman-teman memanggilku Mila. Banyak yang bertanya, bagaimana rasanya jadi slave? Manusia mana sih yang benar-benar suka atau terlahir untuk diikat? Untuk hal tersebut di atas sebenarnya aku 'menderita', namun sesuatu yang menghiburku adalah ketika aku dalam keadaan seperti itu, memang sakit pegal dan tidak bisa bergerak yang secara fisik kurasakan Namun ada kenikmatan terselubung, dalam ketika berdayaanku yang tangan kaki terikat dan mulut tersumpal, kurasa kenikmatan adalah aku merasa bagai ratu. Karena sang pengikatlah yang harus repot melayani aku. Ketika aku hendak buang air kecil, dibopongnya aku dan diceboknya. Ketika ingin makan aku di suapnya (tidak temasuk kalau dia mesti memasakkan aku sesuatu), dan karena 'derita' ini dilakukan karena ada cinta setidaknya dilakukan dengan suka. Tentunya berbeda jika yang dialami itu penculikan....

Selasa, 01 Juni 2010

Gadis Gadis berjilbab diculik

Siang ini, akan ada pawai simpatik Partai B di lapangan desa di satu kabupaten. Seperti biasanya, ratusan perempuan muda berjubah dan jilbab panjang bakal menghadirinya. Maklum saja, parpol yang satu ini lebih banyak didukung kalangan kampus. Maka, kali ini mereka berkampanye di pelosok.
Bos tahu itu. Ia juga tahu, pengurus tingkat kecamatan parpol itu bersiap mengangkut kadernya ke sana. Dua bus telah dipesan untuk mengangkut para perempuan. Yang laki-laki, seperti biasa, naik motor atau mobil bak terbuka. Semula, Bos tak tertarik gadis berjilbab. Menurutnya, buat apa perempuan dijilbabi kalau pada akhirnya harus ditelanjangi juga. Tapi
sejak mencoba menikmati tubuh Indri, ia jadi tertarik untuk meneruskan petualangannya dengan gadis-gadis berjilbab. Indri-lah perempuan berjilbab pertama yang diperkosanya. Perempuan pengusaha itu diculik anak buahnya, semata karena soal persaingan bisnis.
Semula, ia cuma berniat menakut-nakuti Indri. Perempuan yang tak muda lagi itu, 40 tahun umurnya, masih pula berbusana lengkap, baju terusan sampai ke pergelangan kaki dan jilbab panjang sepinggang. Tapi melihat Indri tak berdaya, terikat dengan tangan dan kaki terpentang di ranjang, ia mendapatkan sensasi tersendiri. Bos menikmati betul saat seorang perempuan yang amat menjaga dirinya dari pandangan lelaki jalang, menderita di bawah penghinaannya. Tubuhnya bergetar hebat saat Indri terisak-isak karena ia menyentuh payudara dan pangkal pahanya yang masih tertutup rapat.Nafsunya makin memuncak ketika sedikit demi sedikit ia menelanjangi Indri. Perempuan itu tampak amat menderita oleh perasaan malu. Dan Bos amat menikmatinya. Sampai akhirnya tak ada lagi kain yang melekat di tubuh Indri kecuali jilbabnya, Bos tak tahan lagi. Diperkosanya Indri habis-habisan di vagina, anus dan mulutnya. Dibuatnya Indri mandi spermanya dan sperma anak-anak buahnya. Sejak itulah, ia kecanduan mempermalukan perempuan-perempuan
berjilbab. Satu demi satu perempuan berjilbab diculiknya dan diperkosanya di cottagenya. Dari perempuan dewasa berusia 30-40 tahun, hingga siswi SLTP berseragam rok biru panjang, blouse putih panjang dan jilbab. Dari gadis berjilbab pendek dengan celana dan
baju ketat, sampai yang berjubah dan jilbab sepinggul sudah pernah ditelanjanginya dan diperkosa maupun disodominya. Bahkan, belum ada seminggu lalu, gadis bercadar sampai yang rapat pun sudah dimangsanya. Ia betul-betul menikmati sensasi saat menelanjangi
tubuh-tubuh yang tertutup rapat itu. Atau saat tangannya merogoh ke balik busana-busana rapat dan mencari-cari lubang memek atau puting susu, maupun saat memandang wajah-wajah lembut berjilbab yang tak berdaya dengan sperma di sekujurnya. Biasanya ia melakukannya satu demi satu. Tapi kali ini ia ingin petualangan baru, dengan cara yang lebih spektakuler. Dengan uangnya, ia bisa lakukan itu. Maka disuapnya sopir-sopir bus yang disewa pengurus partai tadi.
***
"Ibu-ibu yang bawa anak, tolong naik di bus depan," kata salah satu kondektur saat puluhan perempuan siap naik bus.Mereka memang kader-kader patuh, maka terpisahlah rombongan gadis dengan rombongan ibu-ibu. Tak ada lelaki lain di bus itu, sebab partai ini memang memisahkan lelaki dari perempuan. Maka muluslah rencana Bos.
Dua bus, beberapa mobil pick-up dan puluhan sepeda motor pun mulai berangkat. Sopir dan kedua kondekturnya saling lirik, ketika melihat jalanan di depan mulai masuk wilayah yang sepi. Tapi di belakang, puluhan motor masih mengikuti. Lalu sopir mulai beraksi, gas
dibuatnya lepas-lepas, sehingga terkesan mesin ngadat, perlahan sampai akhirnya bus betul-betul berhenti dan mesinnya mati. Puluhan motor menyalip.
Sopir membuka pintu depan dan melepaskan tutup mesin di bawah joknya.
"Kenapa Pak?" tanya gadis cantik berjubah dan jilbab serba putih yang duduk di kursi depan.
"Coba saya lihat dulu," jawabnya sambil melirik gadis itu dan membayangkan kulit mulusnya dijamahi lelaki-lelaki kasar. Sempat juga dibayangkannya telunjuknya sendiri menusuk memek gadis itu.
Selagi berlagak mengecek mesin itu, dua Satgas bersepeda motor mendekat.
"Kenapa Pak?"
"Oh anu, businya kotor, sebentar juga beres," katanya.
"Oh ya sudah, nggak perlu bantuan toh?"
"Nggak...nggak..." sahut sopir.
Tapi nyatanya ada sekitar sepuluh menit, mesin tak juga hidup. Para gadis mulai gelisah. Sebagian mengipas-ngipas karena pakaian mereka membuat gerah.
"Bisa nggak Pak?" kali ini gadis berjubah krem dengan jilbab putih berenda di keningnya yang bertanya.
"Kayaknya susah nih, tapi tenang saja mbak-mbak. Kalau nggak bisajuga, kita carikan bus pengganti," sahutnya, lalu berteriak kepada kondekturnya menyuruh menunggu kalau-kalau ada bus lewat.
Skenario Bos berjalan mulus. Tak ada iring-iringan kader yang lewat, hingga bus kosong yang ditumpanginya bersama empat lelaki sampai di tempat bus 'mogok' itu. Ia pun turun bersama tiga temannya, sementara sopir tetap di tempatnya.
"Kenapa?" katanya pura-pura bertanya kepada sopir bus itu.
"Mogok, oper saja ya? Dekat situ," jawab sopir dengan suara agak dikeraskan agar perempuan di busnya mendengar.
Akhirnya satu persatu gadis pindah bus. Bos menghitung satu persatu,
33 gadis dan tak satupun yang tak menarik. Gadis-gadis itu pun bersorak gembira karena bus ganti ini ber-AC dengan kaca film gelap sehingga tak silau. Gadis berjubah putih duduk di belakang sopir bersama si jilbab renda, sebab dua pasang kursi di sebelah sopir tak dipasang. Ia masih sempat melihat lelaki yang turun dari bus AC ini ngobrol dengan sopir bus 'mogok' itu. Dikiranya, mereka berunding soal ongkos. Kalau saja ia dengar omongan
keduanya. "Hebat, 33 tempik perawan. Nih bayaranmu," katanya sambil menyerahkan
segepok uang. Lelaki itu menerima dengan gembira. Tapi ini yang membuatnya makin girang.
"Dua hari lagi, datang ke tempatku, sama teman-temanmu. Kamu boleh ngenthu sepuas hati," katanya, disambut sorakan teman-temannya.
***
Bus AC mulai berjalan lagi. Bos berdiri di dekat pintu bersama temannya. Sedang dua lelaki lagi di pintu belakang. Semua pintu dan jendela tertutup rapat. Bos perlahan berdiri di sebelah si jubah putih. "Mbak-mbak ini mau ke mana sih?" tanyanya sambil memandangi satu
persatu wajah-wajah lembut di busnya. Dipandangi begitu, risi juga mereka, tapi ada juga yang menjawabnya. "Mau pawai simpatik," sahut gadis manis berjubah merah ati di kursi
tengah.
"Bagaimana kalau ikut kita saja?"
"Ke mana?" sahut gadis yang agak berani itu.
"Pawai tempik," teriak lelaki itu diikuti seruan kaget para gadis.
Tapi yang paling kaget adalah si jubah putih karena tahu-tahu ditarik dan diringkus serta tangannya ditelikung ke belakang. Sebuah belati menuding lehernya dengan tangan pemegang belati menekan tonjolan dada kirinya.
"Jangan ada yang berani melawan. Kalau ada yang melawan, temanmu ini habis," ancamnya.
Karuan saja suasana jadi gaduh. Tapi dua lelaki di belakang membentak dan mendorong para gadis agar tetap duduk di kursi masing-masing. Beberapa gadis memekik karena dorongan diarahkan ke buah dada mereka.
"Dengar semua, kalian harus menuruti apapun yang kami perintah. Kalau tidak, temanmu ini bakal kehilangan buah dadanya!" ancam lelaki itu sambil melirik temannya.
Dengan gerak amat cepat, temannya itu mencabik-cabik bagian dada
jubah gadis itu sampai terbuka lebar lalu memutuskan penyambung cup BH-nya. Dua payudara kini tergantung bebas. Bagian tajam belati kini menyangga payudara kiri yang montok, mulus dengan puting mungil kehitaman itu. Pemilik payudara itu pucat pasi dan menangis terisak-isak.
"Awwww..." ia menjerit di tengah isaknya saat lelaki pencabik bajunya menyentil keras salah satu putingnya.
"Sekali gerak, daging empuk ini lepas dari gantungannya. Jadi jangan ada yang membantah sedikitpun," katanya.
"Sekarang ikuti perintah pertama, satu per satu maju dan buka rok dalam serta celana dalam
kalian, lalu taruh di depan sini," lanjutnya.
Suara isak makin keras terdengar. Gadis jilbab renda pucat pasi ketika mendapat giliran pertama.
"Khusus kamu, bantu saya mengikat temanmu ini," kata lelaki itu sambil memutar tubuh si jubah putih dan menyodorkan tali serta tangan yang disatukan di belakang tubuhnya. Sebentar saja gadis itu terikat.
"Sekarang copotkan rok dalam sama celana dalamnya," perintahnya lagi.
Jilbab renda manut, diangkatnya bagian bawah jubah temannya sampai kedua tungkai indahnya terlihat hingga ke pangkalnya. Lalu ditariknya rok dalam dan celana dalam turun. Bos memegangi jubah gadis itu sehingga memeknya yang terbuka terlihat jelas. Ditangkap dan diremasnya, diiringi pekik pemiliknya.
"Bagus, ini memek yang indah," katanya sambil kini menguyel-uyel
klentitnya. "Sekarang giliranmu pamer memek!" perintahnya.
Gadis itu pun dengan takut membuka celdamnya di bawah tatapan mata para lelaki. Ia pun diperintahkan mengangkat jubahnya agar memeknya yang terbuka tampak. Memeknya pun tak lepas dari remasan sementara tangannya diikat di belakang dengan tali oleh teman bos, sebelum ia disuruh duduk lagi.
Satu persatu gadis-gadis berjubah maju dan membuka celana dalamnya lalu diikat tangannya. Memek-memek perawan pun mulai ternoda jamahan tangan kasar. Seorang gadis berkacamata dan jubah abu-abu memekik karena jembutnya yang lebat dijambak dengan kasar.
"Jembutmu nanti dibubuti ya," kata bos sambil meniup puluhan helai
rambut kelamin dari telapak tangannya.
Giliran gadis jubah merah ati berkulit hitam manis dengan wajah kearaban, bos menyapanya.
"Kamu kos di Shafura kan?"
"Kok tahu?" katanya dengan suara bergetar.
"Saya pernah nyamul susumu, ingat?"
Gadis itu tentu saja terkejut, ingat saat seorang lelaki bersepeda motor menyambar payudaranya saat ia hampir sampai rumah beberapa waktu lalu.
"Sudah, cepat perlihatkan memekmu!"
"Jangan, saya lagi mens," katanya. Cepat lelaki itu menyambar selangkanganya dan memang menemukan sesuatu mengganjal di situ.
"Kalau begitu, sampirkan jilbabmu ke belakang, lalu buka jubah, rok
dalam dan BH-mu. Kami sabar menunggu sampai memekmu bersih lagi.
Cepat!" bentaknya. Gadis Shafura ketakutan dan menuruti perintah itu.
Jadilah ia kini telanjang bulat, hanya jilbab kaus kaki dan celana dalam yang membungkus tubuhnya.
"Awww...sakiiit...awww...." gadis itu menjerit-jerit ketika kedua
putingnya ditarik sehingga ia mendekat ke arah lelaki itu. Ternyata lelaki itu dengan bernafsu kemudian mengulum kedua putingnya berganti-ganti sementara kedua tangannya diikat.
33 gadis kini terikat dengan celana dalam terlepas, kecuali tiga yang sedang mens. Saking takutnya, tak seorangpun dari para gadis memperhatikan jalan. Apalagi, sepanjang jalan, bos berkeliling, lalu menyuruk ke balik bagian bawah jubah para gadis, merenggangkan
pahanya, menguakkan bibir memeknya dan menjilat serta menggigiti memek para gadis. Pekik-pekik menggairahkan bergantian keluar dari mulut-mulut mungil mereka.
"Bagus, kalian semua masih perawan. Tapi nggak lama lagi, tempik
kalian kita bikin bengkak-bengkak...ha ha ha..." katanya setelah memeriksa gadis terakhir di jok belakang.
Tiga gadis cantik yang tengah mens, didudukkannya berjajar. Lalu diremas-remasnya tiga pasang payudara yang segar itu sambil sesekali menarik putingnya.
"Jangan senang dulu kalau memek kalian belum kujilati. Sebab, buat kalian ada bonus perdana," katanya sambil memberi kode kepada temannya.
Dengan wajah girang, lelaki itu membuka celananya. Para gadis memekik dan memalingkan wajah. Penis lelaki itu mengacung panjang. Kini giliran gadis Shafura yang menjerit, sebab kursinya direbahkan dan tahu-tahu saja wajahnya dikangkangi lelaki itu. Ia tak bisa meronta
meski buah pelir lelaki itu menekan bibirnya sementara batang penisnya menggeletak di atas hidung mancungnya. Aromanya membuatnya hampir semaput. Tapi yang lebih menakutkan nya, ia kemudian dipaksa mengulum penis hitam panjang itu. Apalagi, dengan kasar penis itu kemudian didorong maju mundur di dalam mulutnya sementara kepalanya yang berjilbab
dipegangi erat. Gadis itu cuma bisa mengerang-erang sampai akhirnya semprotan sperma yang deras meluncur mengenai kerongkongannya sampai ia terbatuk-batuk dan akhirnya pingsan. Setumpuk sperma menodai pipi mulusnya, sementara sebagian menitik dari sela bibir mungilnya.Dua gadis berikutnya dikenali bos sebagai mahasiswi IKIP yang biasa
bersepeda serta gadis semampai yang berwajah kearab-araban. Nasib keduanya pun tak berbeda, dua teman bos melakukan oral seks kepadanya sampai sperma memancar ke dalam mulut keduanya. Mahasiswi IKIP pingsan seperti temannya. Tapi si semampai masih sadar dengan wajah pucat dan sperma berleleran sampai ke dagunya. Sialnya, ia kemudian
dipaksa membersihkan penis tiga lelaki dengan menjilatinya, sambil kedua putingnya dijepit keras-keras. Selagi merubung dua gadis tadi, tiba-tiba si jubah putih di depan berdiri dan menabrakkan tubuhnya ke pintu depan. Tapi percuma, pintu bus itu begitu kuat. Maka dengan mudah bos dan temannya mencengkeram lengan mulusnya dan memaksanya berdiri di depan teman-temannya.
"Ini pelajaran buat yang berani melawan," kata bos sambil mencengkeram kedua payudara gadis itu sampai ke pangkalnya. Gadis itu menjerit histeris, merasa payudaranya bakal copot.
Teman lelaki itu kemudian merenggut dua ikat kepala partai dari dua gadis di dekatnya. Dengan kain itu, bos mengikat masing-masing payudaranya di pangkalnya sampai daging putih mulus itu menggelembung dan sebentar saja memerah tua karena darah mengumpul di situ. Lalu beberapa ikat kepala lagi disambung-sambungnya menjadi tali dan disambung dengan tali pengikat payudara tadi. Selanjutnya, tali tadi diikatkannya ke besi pegangan di atas kursi. Akibatnya, gadis itu terpaksa berjinjit, sebab kedua payudaranya terangkat ke atas, menyebabkan ngilu tiada tara. Gadis itu terus mengerang-erang kesakitan sambil sesekali memekik. Sebab, guncangan bus sesekali membuat kedua payudara montoknya itu
tertarik ke atas. Sementara itu, 32 gadis lainnya menunduk dan memalingkan wajah, tak mampu memandang penyiksaan itu.
"Dengar semua," kata pimpinan serigala itu. "Sejak tadi aku sudah ngaceng melihat dan meraba tempik-tempik kalian. Tapi aku menahan diri untuk tidak merusaknya sampai di istanaku nanti. Namun melihat gadis binal seperti ini...(lelaki itu menempeleng sebelah payudara gadis di sebelahnya sampai menjerit keras) kontolku makin kenceng.
Maka aku terpaksa melemaskannya sekarang dan kalian harus melihat," lanjutnya sambil mengucek-ucek lubang memek gadis itu.
Para gadis masih menunduk dan memalingkan wajah. Tetapi seorang lelaki yang di belakang berjalan sambil meremasi satu persatu payudara para gadis.
"Lihat ke depan!" bentaknya kepada gadis mungil berjubah hijau tua yang memekik kecil saat payudaranya yang sekepal dicomot lalu ditarik.
Akhirnya para gadis itu melihat, penis pimpinan penculik mereka memang amat besar dan kencang. Yang paling takut tentu saja gadis yang tadi berjubah putih. Sebab, teman bos dari belakang memeluknya dan menguakkan lebar-lebar bibir memeknya. Sementara dari depan,
penis lelaki itu menuding tepat ke sasarannya.
"Jangann....akhhh....jangaannn...ohhh....nggghhh....aaakhhhh.....Awwww
ww....aaaaakkhhhhhhhh...." Gadis itu akhirnya menjerit histeris saat tiba-tiba, lelaki di depannya menarik gundukan daging pantatnya sehingga penisnya menembus memeknya dengan kasar. Lelaki itu begitu menikmati saat-saat memek perawan itu menjepit penisnya yang kemudian mengoyak selaput di dalamnya yang amat liat. Saking liatnya, ia menghentaknya keras-keras sampai terasa ada yang sobek di dalamnya diiringi jerit memilukan gadis itu. Gadis-gadis yang berada di dekatnya melihat jelas darah mengalir di kedua paha mulusnya. Sementara penis lelaki itu terus bekerja menimbulkan suara berkecipak. Gadis itu menggigit bibirnya kuat-kuat menahan rasa sakit tak terkira. Tapi ia tak kuasa menahan rintihannya. Padahal, rintihannya itu justru terdengar menggairahkan di telinga para lelaki.
"Tempikmu hebat juga, cah ayu," bisik bos sambil terus menggenjot, sementara lidahnya menyapu kedua puting mungil di hadapannya. Ia lalu memalingkan wajahnya, melihat para penumpang bus. "Dengar, kupastikan tak ada satu pun tempik di sini yang lolos dari sergapan kontolku ini!" teriaknya diiringi pekik ngeri para gadis.
"Kalian suka keadilan? Aku juga akan berlaku adil, temanmu kusodok tempiknya, kalian juga harus! Selain itu, lubang depan disodok, belakang juga..." lanjutnya.
Kata-katanya itu langsung ditindaklanjuti oleh temannya dengan berjongkok di belakang pantat gadis yang tengah diperkosanya. Di tengah rasa nyeri, gadis itu merasa belahan pantatnya yang montok dikuakkan. Lalu terasa anusnya dijilati, menimbulkan rasa geli yang
mengkhawatirkannya.
"Aungghhh..." gadis itu mengerang saat jari telunjuk lelaki di bawahnya ikut-ikutan menusuk memeknya. Bahkan, jari itu berputar-putar menyodok-nyodok. Gadis itu kembali mengerang saat jari itu ditarik keluar dan pindah ke lubang anusnya. Perih terasa saat jari itu berputar-putar seperti hendak melebarkan lubang belakang itu. Yang dikhawatirkannya akhirnya terjadi. Meski tak melihat, ia bisa merasa kepala penis lelaki di belakangnya telah menyentuh mulut lubang anusnya. Perlahan tapi pasti, kepala penis itu menyusup ke lubang sempit itu. Rasanya ia mau menjerit, sebab pedih tak terkira. Dan akhirnya...
"Aaaakhhhh....nggghhhhhh....awwwww.....addduuuhhhhhh....saakkiiiitttt....ngghhhhh..." jerit histeris kembali keluar dari mulutnya saat tiba-tiba penis itu ditusukkan jauh ke dalam lubang anusnya. Lagi-lagi darah mengalir di kedua paha mulusnya.
Para gadis makin ketakutan. Apalagi yang berada di jok belakang. Gadis berjubah hijau itu menggeliat-geliat ketika lelaki di depannya merogoh ke balik jubahnya dan mempermainkan memeknya sesuka hati. Bahkan, jari lelaki itu kini asyik menguyel-uyel klitorisnya. Gadis
mungil berjubah salem di sebelahnya beringsut, tapi tahu-tahu sebelah tangan lelaki itu juga telah dengan cepat merogoh lewat bawah jubahnya dan seketika sampai ke selangkangannya.
"Ohhh...jangann..." katanya memelas saat memeknya diuyel-uyel seenaknya.
Tapi lelaki itu malah mencubit bibir kecil yang menyelip di sela bibir besar memeknya. Gadis itu sampai memekik kesakitan.
"Gini aja ngeluh, lihat temanmu itu disodok bokong karo tempik-e!" bentak lelaki itu sambil mencengkeram bibir besar memek perempuan itu sampai merintih-rintih. Dari belakang, ia melihat kedua lelaki yang menjepit tubuh temannya makin bersemangat menggenjot, sementara gadis itu makin keras merintih-rintih. Sampai akhirnya, bos menggereng keras dan menarik keluar penisnya. Seperti kesetanan, ia berlari ke tengah jajaran kursi. Lalu seorang gadis cantik berkacamata menjerit karena tiba-tiba kepalanya disergap dan penis lelaki itu menyodok-nyodok pipinya. Sambil mencengkeram keras kedua payudaranya, lelaki itu memaksanya mengulum penisnya. Dan dengan gerakan maju mundur yang cepat,
beberapa detik kemudian lelaki itu menggereng lagi dengan penuh kepuasan. Begitu usai, ia mendongakkan wajah gadis itu. Bibirnya setengah terbuka memperlihatkan setumpuk cairan putih kental di dalamnya, sebagian menetes keluar.
"Telen!" bentak lelaki itu sambil mengatupkan rahang lancip gadis manis itu. Dengan mata terpejam menahan mual, gadis itu menelan cairan menjijikkan itu. Pada tegukan terakhir, ia terisak-isak. Gadis-gadis yang lain makin ketakutan ketika lelaki yang menyodomi temannya berteriak keras begitu mencapai puncak kenikmatannya. Telapak tangan kanannya mencengkeram memek gadis yang disodominya sedang tangan kiri terus memilin puting susu kirinya. Gadis itu ikut menjerit memilukan dan tahu-tahu terkulai pingsan. Lelaki penyodomi menarik keluar penisnya dan berjalan cepat ke lorong antar kursi. Para gadis yang dilalui menghindar ketakutan. Tapi seorang gadis remaja berjilbab hitam panjang tak bisa mengelak. Pipi segar gadis berusia sekitar 16 tahun itu dicengkeram dan wajahnya dipaksa menghadapi penis yang berlendir.
"Kamu tak perlu ngemut kontolku. Cukup jilati lubang kontolku lalu jepit dengan bibirmu pucuk kontolku. Yak bagus, kamu pintar," kata lelaki itu sambil mengocok penisnya. Sebelah tangannya meremas-remas buah dada gadis itu. Sementara sebelah kakinya bermain di
selangkangan korbannya. Beberapa menit kemudian lelaki itu tiba-tiba menarik kepala gadis itu sehingga batang penisnya terbenam jauh ke dalam mulut mungil korbannya. Gadis itu mengerang-erang saat akhirnya sperma terpancar deras ke dalam mulutnya. Begitu penis ditarik keluar, gadis itu terbatuk-batuk. Setumpuk sperma jatuh di pipi temannya, sebagian
besar lainnya berleleran di sekitar bibirnya. Lelaki itu lalu mengusapkannya ke seluruh wajahnya yang cantik

2 komentar:

  1. Sejelek-jeleknya seorang cowok, tetap saja ia mencari wanita yang tercantik

    BalasHapus