Mila Istri Pilot yang kesepian

Foto Saya
Kenalkan namaku Ika Tantri Mila Verania. Teman-teman memanggilku Mila. Banyak yang bertanya, bagaimana rasanya jadi slave? Manusia mana sih yang benar-benar suka atau terlahir untuk diikat? Untuk hal tersebut di atas sebenarnya aku 'menderita', namun sesuatu yang menghiburku adalah ketika aku dalam keadaan seperti itu, memang sakit pegal dan tidak bisa bergerak yang secara fisik kurasakan Namun ada kenikmatan terselubung, dalam ketika berdayaanku yang tangan kaki terikat dan mulut tersumpal, kurasa kenikmatan adalah aku merasa bagai ratu. Karena sang pengikatlah yang harus repot melayani aku. Ketika aku hendak buang air kecil, dibopongnya aku dan diceboknya. Ketika ingin makan aku di suapnya (tidak temasuk kalau dia mesti memasakkan aku sesuatu), dan karena 'derita' ini dilakukan karena ada cinta setidaknya dilakukan dengan suka. Tentunya berbeda jika yang dialami itu penculikan....

Selasa, 09 Maret 2010

Di culik di Makassar

Ambang, seorang mine engineer yg bekerja di sebuah perusahaan pertambangan di kepulauan Maluku, dan berasal dari Semarang. Berperawakan kekar layaknya binaragawan. Mempunyai orientasi sex bondage, suka melihat wanita dalam keadaan terikat tangan dan kakinya. Dari perkenalan di situs bondage di internet, Ambang berkenalan dengan seorang wanita yg mempunyai hobi sama. Wanita ini mengaku bernama Mila, 24 tahun, dan tinggal di Makassar, bekerja di salah satu operator seluler terbesar di Indonesia. Dia sering mengirim foto-foto tentang dirinya dalam keadaan terikat tangan dan kakinya, serta mulut yg disumpal. Dan satu lagi menurut pengakuannya, dia suka tetap bersepatu hak tinggi (sepatu sexy) bila sedang dalam keadaan terikat, katanya dia merasa sangat sexy jika terikat dan bersepatu sexy. Penasaran dengannya, Ambang berusaha terus mendekatinya sehingga dia mau bertemu dengan Ambang di Makassar ketika sedang dalam perjalanan cuti ke Semarang. Sebelumnya Ambang memang sudah mempunyai rencana untuk mampir beberapa malam di Makassar, dan kebetulan pula teman sekerjanya mempunyai sebuah villa di luar kota yang sewaktu-waktu dapat dia tempati. Tibalah saat yang dinantikan. Ketika pulang untuk cuti, Ambang sempatkan untuk mampir beberapa malam di Makassar. Rabu siang itu setiba di bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, dia langsung menuju ke villa temannya, setelah sebelumnya menyewa sebuah mobil di rental mobil untuk memudahkan perjalanan. Tak lupa laki-laki kekar itu mampir di sebuah toko “Ace Hardware” di Panakukang untuk membeli tali pramuka 3 gulung, 2 scarf, duct tape serta beberapa makanan dan minuman ringan. Setelah sampai pada alamat yang dituju, dia ditemui oleh penjaga villa yang memang sudah menunggu kedatangannya. Setelah berbasa-basi sebentar, pak Amir, demikian namanya, berpamitan pulang ke rumahnya. Tinggallah laki-laki itu seorang diri di rumah yang asri ini di kawasan Malino. Segera dia menelpon Mila dan mengatur janji pertemuan nanti sore di sebuah rumah makan. Sore itu Ambang datang tepat pada waktunya di rumah makan yg dimaksud dan langsung memesan makanan dan minuman. Tak berapa lama kemudian datanglah Mila, Ambang langsung mengenalinya dari foto-foto bondage yg diterimanya. Berpakaian blus berkerah Shanghai warna biru satin dengan motif dedaunan putih di dadanya dengan kancing2 manis yang berbaris rapih dari leher ke pinggangnya dengan lengan panjang, kelihatan cerah dan serasi dengan rok di atas lututnya yang putih, bersepatu tinggi 7cm dengan tali melingkar seolah menghubungkan kedua mata kakinya, Mila terlihat cantik dan sexy. Sesaat dia mencari-cari, sampai tatapan matanya beradu. Ambang berdiri dan menghampirinya seraya mengenalkan diri. "Ambang, panggil saja saya begitu" ujarnya memperkenalkan diri. "Mila," katanya seraya menyebut namanya. Kemudian merekapun ngobrol sambil makan malam, sambil mendengarkan cerita wanita itu tentang sibuknya pekerjaannya sehari-hari di bidang operator selular. Ternyata Mila cukup supel dan ramah dalam menghadapi seseorang yang baru kenal dengannya. Setelah makan, merekapun kemudian jalan-jalan berkeliling kota Makassar, sampai kemudian mobil itu tiba-tiba berhenti karena mogok di seputar jalan raya menuju Tanjung Bunga. "Kenapa berhenti Mbang?" dia bertanya. "Hmm,... ada yang nggak beres nich,.. tunggu aja di mobil yaa!" Ambang keluar membuka kap mobil kemudian bagasi. Lalu mengambil satu gulung tali pramuka warna putih dan scarf yang dibelinya tadi siang. Mila masih tenang2 di kursi depan dengan headsetnya mendengarkan lagu dari Ipod kesayangannya. Pelan-pelan Ambang mengendap endap membuka pintu di belakang Mila,... segera membekap mulutnya yang dengan saputangan yang mengandung cloroform, dan Mila tak sadarkan diri. Segera Mila dipindahkan ke jok belakang, kemudian dengan cepat laki-laki itu mengikat kedua tangannya kebelakang dengan beberapa kali lilitan yang erat. Mulutnya disumpal dengan scarf. Setelah memastikan Mila terikat erat, Ambang segera menutup kap mesin dan kembali meluncurkan mobilku. hampir 45 menit perjalanan….
"mmmmpphhhhh...... mmmmmppphhhhhhh", terdengar gumamannya. Sadar keberadaan nya dengan kedua tangannya terikat, Mila berusaha meronta-ronta melepaskan diri.
"The show just begin, Mila" ujar Ambang.
"Enjoy saja ya di belakang, silakan deh berusaha melepaskan diri," godanya sambil terus mengemudikan mobil ke villa. Sampai di sana, mobil langsung dimasukan ke garasi, kemudian dia menutup mata wanita itu dengan sebuah scarf lalu membopong Mila masuk ke dalam rumah tanpa membuka ikatannya. Sampai di ruang tamu, dibukanya dengan paksa blus Shanghainya, meskipun dia memberontak, tapi apa dayanya, tenaga penculik itu jauh lebih kuat. Setelah bajunya terbuka, terlihat bra hitam yang sexy membungkus payudaranya yg berukuran kira-kira 36D.
"mmmmppphhhh..............!! mmmmppphhhhh………!!!" suaranya makin membuat Ambang horny, Dalam keadaan tidak dapat melihat, karena matanya tertutup kain, dilepaskannya tali yang mengikat tangannya lalu tangan Mila sementara di borgol ke tempat tidur Ambang membuka baju dan bra-nya. Mila tetap meronta-ronta. Borgol dilepas, tangan Mila langsung diikat lagi ke belakang, kali ini dengan ikatan yang benar-benar kuat. Tali pramuka melilit dengan erat ke pergelangan tangannya, beberapa kali putaran, ditarik erat, kemudian disilangkan diantara kedua pergelangan tangan untuk mengunci ikatan tadi, dan ditarik untuk mengencangkan ikatannya. Sisa tali diikatkan pada sikunya dengan cara yang sama. Satu gulung lagi diikatkan di bawah payudaranya, beberapa kali putaran, dan di atas payudaranya sehingga payudaranya tambah mencuat sexy, di kunci di antara kedua payudaranya, kemudian ditarik kebawah melewati vagina dan anusnya setelah sebelumnya Ambang melepas cd Triumph hitamnya. Tali yang melewati vagina dan anusnya ditarik dengan kencang dan diikatkan diantara kedua pergelangan tangannya. Jadi semakin Mila meronta-ronta dan tangannya yang terikat bergerak, semakin kegesek pula vagina dan anusnya dengan tali.
"mmmmpppphhhhhh...... oooouughhh.............mmmmmpppphhhhhh," teriaknya, sepertinya Mila mau protes terhadap perlakuan yang dihadapinya. Tinggal satu gulung lagi tali pramuka yang digunakan untuk mengikat kedua kakinya menjadi satu, tanpa melepas sepatu berhak tingginya. Kemudian penculik itu menyisakan tali itu untuk mengikat paha dengan cara yang sama, melilit dan mengunci diantara kedua pahanya.
"Nah, kamu sexy sekali kalau diikat dalam keadaan telanjang begini," kata Ambang itu sambil membuka scarf yang menutup matanya. Scarf itu dia lilitkan lagi ke mulutnya untuk memperkuat lilitan yang pertama, dan diikatkan ke belakang kepalanya. Setelah Mila dalam keadaan terikat tak berdaya sama sekali, Mila diangkat dan dipindahkan ke kasur di kamar tidur. Kadang-kadang dia meronta-ronta kencang dalam usahanya untuk membebas kan diri, tapi tak bakal dapat lepas dari ikatan itu. Sebelumnya Ambang telah mengaktifkan camera handicamnya yang tersembunyi di sebuah tembok yang membidik ke arah tempat tidur. Di tinggalnya Mila dalam kesendiriannya terikat di kamar sementara pria itu membuat kopi dan melihat-lihat TV yang merelay kejadian di kamar tempat Mila terikat dan disekap. Sebenarnya Ambang sangat horny melihat Mila terikat erat tak berdaya, tapi di tahannya nafsunya susah payah untuk memberikan kesempatan kepada Mila menikmati ketidakberdayaannya. Setelah hampir 3 jam ditinggalkan, Ambang masuk ke kamar. Di dekatinya Mila tawanannya, sambil melepas baju, celana, dan juga celana dalamnya, dan terlihat penisnya tegak menantang seperti tugu. Diciumnya susunya, "mmmmppphhhh!!!!" Mila meronta-ronta dengan hebatnya. Seakan akan tuli, Ambang mencium putingnya, sambil sesekali digigit pelan. Wooww, dia menggelinjang keenakan dan vaginanya sudah basah, sepertinya dia menikmati sekali tali yang melalui dan menghimpit vaginanya, kendati dia terus meronta-ronta yang justu membuat Ambang semakin terangsang. Di ciumnya seluruh tubuhnya dari kepala hingga kaki sambil tangannya memainkan puting dan vaginanya berulangkali. Lelah menahan nafsunya yang membara, Ambang tinggalkan Mila meskipun dalam keadaan horny berat. Penculik itu ingin tawanannya yang cantik itu merasakan terikat tak berdaya semalaman tanpa disentuh lagi. Sambil sesekali diintipnya tawanan itu dari balik pintu, dan terlihat wanita itu kadang meronta-ronta berusaha melepas ikatan di tubuhnya, sampai kelelahan dan akhirnya tertidur, dalam keadaan telanjang dan terikat erat, pintu kamarpun dikunci. Jadilah Mila tawanan itu disekap dan terikat dia sendirian di kamar itu. Esoknya pintu kamar terbuka dan Mila sudah ternyata sudah terbangun dari tidurnya.
"Mmmmmmpppphhhhhhhh…..... mmmmmppphhhhhh" katanya, mungkin minta dibebaskan dari ikatan tali ditubuhnya, tapi tentu saja tidak akan dilakukan karena pria itu senang dengan melihat keadaanya seperti itu. Kemudian scarf yg menyumpal mulutnya dilepas karena sudah basah oleh ludahnya, kemudian langsung penculik itu menyuapi tawanannya dengan nasi goreng. Rupanya Mila kelaparan juga mungkin karena terlalu banyak berontak berusaha melepaskan diri. Dia tampak pasrah aja sambil sesekali berkata
"Mbang,... lepasin aku donk, saaakiiiit......... mau kamu apakan aku?".
“Aku datang jauh-jauh untuk mengikatmu Mila,.... entah untuk berapa lama...” sahut Ambang sambil terus menyuapi tawanannya sampai kenyang dan meminumkan teh hangat ke mulutnya. Kemudian Mila digendong ke kamar mandi dalam keadaan terikat.
"Kencing dulu sana" katanya, sambil mendudukkannya di kloset. Tali ikatan mengikat melalui vaginanya dilepaskan sementara. Wanita itu kencing dan pahanyapun basah kuyup terkena air kencing, lalu dengan telaten Ambaang membersihkan dengan air sampai bersih vagina dan pahanya. Dibopongnya Mila ke tempat tidur sementara dia meronta-ronta, sebelum akhirnya diletakkan lagi di bed dan mulutnya disumpal lagi dengan scarf yg baru dan kering.
“Mmmppphhhhh......! mmmmppphhhhh.......!!" erangan Mila membuatnya horny pagi ini.
Ambang membuka ikatan kaki dan paha tawanannya, kemudian diikat masing-masing kaki dan pahanya keujung kaki tempat tidur sehingga kakinya ngangkang memperlihatkan vaginanya. Iapun membuka baju dan celananya, dan mencium leher Mila, turun ke dada, putingnya dihisap.
"Ssssppppppppppp..... ssssssssssppppppppp" dan tubuh Mila menggelinjang, menikmati sentuhan di tubuhnya. Lalu vaginanya dicium, mainkan lidahnya di clitoris wanita malang itu. Mila tambah menggelinjang kuat merasakan kenikmatan dalam keadaan terikat tak berdaya. Setelah vaginanya basah kuyup, dimasukkannya penisnya dengan posisi duduk sambil memangku dia. Ambang mengangkat-turunkan tubuh Mila yang tak berdaya, Dicobanya beberapa posisi sampai wanita itu berteriak panjang dalam sumpalan di mulutnya. “Mmmmmpppphhhhh.......!! mmmpphhhhhhh .... mmmpphhhhhhh ....!!" Mila terlanjur orgasme, dan Ambangpun mempercepat irama sampai spermanya menyemprot ke dalam liang vaginanya. Beberapa kali pria itu menyetubuhi Mila selama 4 hari tanpa membuka ikatan di tubuhnya. Hanya waktu makan sekali sehari sumpalnya dibuka dan setelah itu disumpal lagi. Saat Ambang pergi atau Mila disekap sendirian di kamar, tak lupa tali dikatkan melewati vagina dan anusnya ke tangannya di belakang, berikut kamera monitor yang tidak putus merekam setiap gerak gerik Mila.
Hari itu hari Senin berarti telah memasuki hari ke 5, Ambang merasa puas mengikat dan menyetubuhinya, Mila dibiusnya dengan saputangan yang mengandung chloroform. Setelah pingsan, penculik itu membuka semua ikatan Mila, memakaikan lagi baju shanghainya lengkap, dan diikatnya lagi erat-erat dengan tali rafia sambil menutup mata dan menyumpal mulutnya dengan memasukkan tiga saputangan lalu menutupnya dengan lakban, kemudian diikat erat dengan scarf didepannya menutupi lakbannya. Malam terakhir Ambang di Makassar, dibawanya Mila ke sebuah pangkalan taxi daerah Maros dekat bandara, dan dimasukkan ke dalam bagasi salah satu taxi, setelah berhasil membongkar kuncinya. Sebelumnya penculik itu mengambil handphone Nokia 6100 dan tas Mila berikut dompet, identitasnya. Maksudnya ingin disimpan sebagai kenang-kenangan. Entah bagaimana nasibnya, siapa yang akan menemukan dia di bagasi dan melepas ikatannya, Ambang tidak mau tahu karena telah meninggalkan kota Makassar dengan penuh kenangan yg selama ini terekam dalam handicamnya dan melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Udin adalah supir taxi yang tidak disiplin, saat ini dalam hukuman pidana pencobaan. Pagi itu Udin datang tergopoh-gopoh,… dia terlambat datang ke pangkalan taxi, sehingga buru-buru dia berangkat mengejar setoran… seharian dia sudah berjalan keliling kota Makassar… hingga siang menjelang sore jam 3 dia parkir di sekitar jalan menuju KIMA wilayah industri terbesar di Makassar, di tempat yang agak sepi. Maksud hati ingin berteduh di balik kap bagasi.. terkejut dia tiada habisnya melihat wanita terikat erat ada di mobil taksinya,.. berpakaian biru agak mengkilat, dengan rok putih dan sepatu putih, tangannya terikat erat kebelakang, kakinya juga terikat satu, mulut dilakban diikatkan lagi dengan sebuah scarf dan matanya tertutup kain. Udin takut terlibat lebih jauh, tidak ada keberanian dirinya untuk membebaskannya. Bahkan menyentuh wanita malang itu, ia takut. Ia ingat akibatnya bila dia menyentuh wanita itu… polisi akan menangkapnya dari catatan sidik jarinya walau dia tak bersalah. Dengan sarung tangan putihnya, Udin menggendong wanita yang masih tidak sadarkan diri, kemudian menyembunyikannya di antara semak-semak perpohonan kemudian Udin kembali ke taxinya dan meluncur jauh meninggalkan Mila terikat di semak-semak itu.
“mmmppphhhh...... mmmppphhhh....!!! Mila terus meronta-ronta selama terikat erat di semak-semak.
Dua hari sudah rasanya Mila terikat dan terkapar di semak-semak itu, terbukti dengan dinginnya malam sudah dua kali menerpanya terhitung satu minggu Mila berada dalam keadaan terikat erat tak berdaya.

Ucup berumur 30 tahun, seorang pemulung yang kebetulan sedang melewati semak-semak itu, tanpa disengaja dia menemukan wanita yang terikat erat dan mata dan mulutnya tertutup, setan melintas dibenakknya, Ucup melepaskan tali yang mengikat kaki Mila yang bersepatu, kemudian dengan nafsunya diperkosanya perempuan yang sudah tak berdaya dan lemas itu. Ucup semakin ganas melakukan finger fucking kepada Mila, terasa jarinya basah,... “Apa yang kulakukan..??” pikir Mila dalam kegelapan pandangannya “Aku tidak mau membuatnya senang...” hati menolak namun tubuh Mila seperti menggelinjang nikmat.
Ucup melanjutkan niatnya memperkosa Mila yang terikat tak berdaya, kembali jari-jarinya menyusup masuk di selangkangan, disela-sela kedua pahanya yang terikat erat. Tubuh Mila berontak keras namun bergelinjang akibat rangsangan yang sangat nikmat ditambah rasa ketidak berdayaan ini. Dengan satu tangan, Ucup meraba-raba daerah klitoris Mila sementara satu tangan yang lain mengelus pangkal pahanya. Seketika Mila menggelin jang gelinjang dan meronta ronta, keluar suara suara tak beraturan dari mulutnya yang tersumpal. Ucup membiarkan Mila meronta-ronta dan tampaknya tak peduli kedua tangannya terus bergerilya di daerah kemaluannya yang masih memakai celana dalam. Tak sadar keluar lenguhan dari mulut Mila yang tersumpal dalam keadaan lelah, takut dan marah Mila terlihat lelah untuk meronta-ronta hebat lagi. Sebaliknya kelihatannya Mila merasakan ada suatu kenikmatan tersendiri menjalar ke seluruh bagian tubuhnya bahkan Mila secara alami menggoyang-goyangkan daerah kemaluannya. Tampaknya Ucup menyadari kalau Mila mulai terangsang, selanjutnya di masukan tangannya ke balik celana dalam Mila dan klitorisnya di pilinnya dengan lembut. Mila semakin menggelinjang hebat, antara geli dan nikmat.
“mmmmppphhhhhh.........mmmmppphhhh........mmmmppphhhhhh......!!!”
Kemudian Mila merasakan celana dalamnya disingkap dan ada mulut yang mengulum-ngulum klitorisnya.
“mmmmppphhhhhh.........mmmmppphhhh........mmmmppphhhhhh......!!!” Mila semakin tak kuasa menahan diri, terangsang hebat klitorisnya dikulum disedot sedot.
“mmmmppphhhhhh.........mmmmppphhhh........mmmmppphhhhhh......!!!”keluar suara dari mulut Mila yang tersumpal. Mila semakin menggelinjang hebat, meronta ronta dan merasakan betapa tidak berdayanya dirinya.Tangannya juga sesekali menyelusup dibalik bra yang Mila pakai, meremas payudaranya, memilin milin putingnya
“mmmmppphhhh........mmmmppphhhhhh......!!”
Kemudian Ucup menciumi mulut Mila yang tersumpal. Tangannya meremas lembut kedua payudara Mila, sesekali juga memilin milin putingnya. Mila semakin bersuara tak karuan dan pantatnya juga tanpa sadar berusaha berputar putar mengikuti irama kocokannya. “ mmmmpppphhhhhh.............!!” sampai akhirnya Mila melenguh panjang, dia telah mencapai klimaks orgasme hampir bersamaan Ucup terdengar mengeluarkan suara desisan panjang dan kurasakan ada cairan hangat menyemprot ke liang vagina Mila. Tak puas memperkosa Mila di semak-semak itu, Ucup si pemulungpun menggendong Mila, dan dimasukkannya kedalam karung kosong yang dibawanya. Diangkatnya Mila dalam keadaan terikat, mata dan mulutnya dilakban, dibawanya pulang untuk dijadikan budak nafsunya.
Tiga hari sudah Mila disekap disebuah rumah yang kumuh, di mana Ucup tinggal seorang diri. Selama itu matanya tetap dibiarkan tertutup, sejak Ambang membuang dirinya di bagasi taxi. Hingga di suatu pagi, Ucup yang sudah merasa puas melampiaskan nafsunya pada gadis malang itu berencana mengembalikan tubuh Mila yang tidak berdaya ke tempat dimana Mila ditemukan.
Di masukkannya kembali tubuh Mila yang terikat erat itu kedalam karung, lalu diangkutnya Mila yang dalam karung itu dan diletakkannya dengan pelan dan lembut di semak-semak tempat dia ditemukan.

Mila meringkuk di pojokan kamar itu. Matanya sembab, jejak air mata kering menempel di kedua sisi pipinya. tidak bisa memastikan, tapi satu hal yang pasti, selama ia disini ia selalu dalam keadaan terikat ketat, tidak berdaya. Kedua tangannya tertekuk ke belakang punggungnya, kedua pergelangan tangannya diikat menjadi satu. Begitu juga kedua sikunya, diikat hingga hampir menyentuh, memaksa posisi tubuhnya untuk membusung ke depan. Tali juga melilit menyilang mengitari payudaranya, dari jauh nampak seperti sebuah penopang payudara yang terbuat dari tali memutar di tubuhnya, menekan kedua lengannya ke samping, membuat Mila tidak bisa menggerakan seluruh bagian tangannya. Baju kerjanya yang bergaya shanghai warna biru, kini sudah mulai kotor, akibat usaha Mila untuk melepaskan diri yang gagal, menyebabkan ia berkali-kali terjatuh ke lantai yang kotor. Kedua kakinya juga mengalami nasib yang sama, pergelangan kaki diikat menjadi satu, begitu juga dengkulnya. Tali yang mengikat pergelangan kaki disambungkan oleh tali pendek ke ikatan pergelangan tangan, praktis membuat Mila harus selalu dalam posisi duduk dengan dengkul tertekuk. Rok mini berwarna putihnya sangat kotor dan berdebu. Seakan takut Mila bisa kabur dalam keadaan ini, sebuah tali juga diikatkan ke tubuh Mila yang ditambatkan ke sebuah tiang. Tapi, setidaknya Mila bersyukur merasakan pakaiannya masih lengkap menempel di tubuhnya. Keadaan ini tidak hanya membuatnya tidak berdaya, tapi juga sangat tidak nyaman. Apalagi tali rafia yang digunakan sangat tidak bersahabat dengan kulit, sehingga bila Mila berusaha bergerak saja, terjadi gesekandari bahan sejenis plastik itu membuatnya merasa perih. Tapi bukan itu yang terburuk. Yang terburuk adalah yang menutup mulut dan wajahnya.
Mila bisa merasakan kain, kemungkinan besar sapu tangan, berada di dalam mulutnya. Mila yakin lebih dari satu sapu tangan, karena mulutnya terasa penuh. Saking penuhnya, Mila tidak bisa lagi membuka rahangnya. Memerlukan 5 menit bagi Mila untuk tahu bahwa percuma untuk berusaha menekan sapu tangan itu keluar dari mulutnya. Ia bisa merasakan sesuatu mengikat dan menutup mulutnya, tapi ia tidak tahu bagiamana persisnya. Mungkin Mila akan menyerah lebih awal bila mengetahui betapa keras Ambang telah berusaha untuk memastikan Mila tidak bisa berteriak minta tolong ketika ditinggalkannya dalam bagasi taksi. Sehelai scarf berwarna hijau muda dilipat menjadi tipis dan panjang, diikatkan dengan kuat di antara bibir Mila, menekan ketiga sapu tangan yang menyumpal Mila lebih dalam. Lalu sehelai scarf berwarna merah cerah bercorak bunga matahari yang lebih besar dilipat, menjadi persegi panjang yang lebar,diikatkan di belakang kepala Mila, menutup mulut Mila sampai sedikit diatas dagu. Tidak puas, sehelai scarf berwarna hitam dilipat menjadi segitiga besar diikatkan diatas scarf merah yang tadi. Ambang telah memutuskan Mila tidak perlu melihat apa-apa dulu untuk saat ini, dan menggunakan sisa lakban itu untuk menutup bagian mata Mila. Mila sebenarnya menikmati keadaannya yang tidak berdaya dan tidak nyaman itu namun dengan perasaan bercampur takut.

Mila ditemukan oleh seorang polisi patroli yang korup, bukannya dibebaskan tetapi Mila diangkutnya dengan mobil patroli kini Mila tertawan dirumah seorang polisi muda yang menduda. Ipda Bambang Sukrono, telah menemukan Mila dalam keadaan terikat tak berdaya, dibawanya Mila ke rumahnya untuk dijadikan pemuas nafsunya. Bambang sudah 2 tahun berpisah dari istrinya Talitha, konon karena kebiasaan seks yang menyimpang hingga Talitha tidak tahan dan menceraikannya. Bambang mempunyai orientasi bondage, konon sama dengan kebiasaan Ambang sang penculik Mila. Bambang hanya ingin mencicipi wanita yang ditemukan dalam keadaan terikat itu, dia merencanakan untuk membebaskan perempuan itu jika sudah memuaskan nafsunya. Malam itu sepulangnya dari berpatroli Bambang membuka pintu sebuah gudang yang gelap dan sempit di mana dia menyekap Mila. Bambang melaksanakan niatnya memperkosa Mila yang terikat tak berdaya, dibopongnya tubuh Mila yang lemas tak berdaya, lalu direbahkannya di atas ranjang. Kembali jari-jarinya menyusup masuk di selangkangan, disela-sela kedua pahanya yang terikat erat. Tubuh Mila berontak keras namun bergelinjang akibat rangsangan yang sangat nikmat ditambah rasa ketidak berdayaan ini. Bambang mulai meraba-raba daerah klitoris Mila sementara satu tangan yang lain mengelus pangkal pahanya. Seketika Mila menggelinjang gelinjang dan meronta ronta, keluar suara suara tak beraturan dari mulutnya yang tersumpal. Dibiarkan Mila meronta-ronta dan tampaknya tak peduli kedua tangannya terus bergerilya di daerah kemaluannya yang masih memakai celana dalam. Tak sadar keluar lenguhan dari mulut Mila yang tersumpal dalam keadaan lelah, takut dan marah Mila terlihat lelah untuk meronta-ronta hebat lagi. Sebaliknya kelihatan nya Mila merasakan ada suatu kenikmatan tersendiri menjalar ke seluruh bagian tubuhnya bahkan Mila secara alami menggoyang-goyangkan daerah kemaluannya. Tampaknya Bambang menyadari kalau Mila mulai terangsang, selanjutnya di masukan tangannya ke balik celana dalam Mila dan klitorisnya di pilinnya dengan lembut. Mila semakin menggelinjang hebat, antara geli dan nikmat.
“mmmmppphhhhhh.........mmmmppphhhh........mmmmppphhhhhh......!!!”
Kemudian Mila merasakan celana dalamnya disingkap dan ada mulut yang mengulum-ngulum klitorisnya.
“mmmmppphhhhhh.........mmmmppphhhh........mmmmppphhhhhh......!!!” Mila semakin tak kuasa menahan diri, terangsang hebat klitorisnya dikulum disedot sedot.
Kemudian Bambang memasukkan jari tangannya ke lubang vagina Mila mencari G-Spot. “mmmmppphhhhhh.........mmmmppphhhh........mmmmppphhhhhh......!!!”keluar suara dari mulut Mila yang tersumpal. Mila semakin menggelinjang hebat, meronta ronta dan merasakan betapa tidak berdayanya dirinya.Tangannya juga sesekali menyelusup dibalik bra yang Mila pakai, meremas payudaranya, memilin milin putingnya
“mmmmppphhhh........mmmmppphhhhhh......!!”
Lalu Bambang meremas lembut kedua payudara Mila, sesekali juga memilin milin putingnya. Mila semakin bersuara tak karuan dan pantatnya juga tanpa sadar berusaha berputar putar mengikuti irama kocokannya.
“mmmmppphhhhhhh.............!!” sampai akhirnya Mila melenguh panjang, dia telah mencapai klimaks dan orgasme. Usai memperkosa Mila, polisi itu mengembalikan Mila dalam keadaan tidak sadarkan diri ke gudang gelap sempit tempat dirinya disekap membiarkan Mila dengan keberadaannya mata ditutup scarf, mulut tetap tersumpal,tangan dan kaki yang terikat erat sebagaimana ketika Mila ditinggalkan Ambang dalam bagasi taksi.
Puas mencabuli Mila dengan jari-jarinya, malam menjelang subuh diangkutnya Mila dan dikembalikan ke semak-semak tempat pertama kali ditemukan.
Sore itu, Bambang dan rekannya Polwan Yeni kembali berpatroli, tanpa sengaja mereka menemukan wanita berpakaian biru dengan kerah model shanghai dengan rok putih yang sudah lusuh dan bersepatu putih, terikat kaki dan tangannya di semak-semak di sekitar jalan menuju KIMA wilayah industri terbesar di Makassar. Mereka bergegas menolong wanita itu, kain yang menutup matanya di lepaskan. Mila mengejap-ngejapkan matanya menyesuaikan diri dengan cahaya. Kemudian scarf dan lakban yang menutupi mulutnya di lepaskan
“Ouuuweeeekkk....!!” Mila memuntahkan sapu tangan-sapu tangan yang menyumpal mulutnya.
“Terima kasih,... Pak, Ibu Polisi.... saya sudah pesimis akan ditemukan di sini...!” ungkap lemas Mila berterima kasih
“Bagaimana ini bisa terjadi mbak?” tanya Polwan Yeni sambil melepaskan tali-tali yang masih mengikat tangan dan kaki Mila.
“Saya diculik,...panjang ceritanya Bu, Hiiiii.....” teriak Mila mengalami trauma yang berat. Polwan Yeni dan Ipda Bambang tidak bertanya apa-apa lagi ketika disadari korban mengalami trauma berat, mereka lebih sibuk melepaskan tali-tali yang masih mengikat di tubuh Mila. Mereka menuntun Mila dan membawanya ke Rumah Sakit Grestelina di kawasan Panakukang, guna mendapat perawatan seperlunya. Tubuh Mila dalam keadaan lemas, tangan dan kakinya belum bisa digerakkan karena terikat begitu lama. Milapun divisum di rumah sakit itu. Saking traumanya Mila memutuskan tidak akan menceritakan apa yang dialaminya kepada siapa-siapa termasuk kepada polisi yang telah menemukannya. Diapun tidak mengajukan tuntutan. Masih segar dalam ingatannya sebuah handycam dan CCTV yang merekamnya selama dirinya ditawan di sebuah villa di Malino oleh Ambang temannya didunia maya dan penculiknya. Saking traumanya Mila memutuskan tidak akan menceritakan apa yang dialaminya kepada siapa-siapa termasuk kepada polisi yang telah menemukannya. Sulit baginya karena semua itu dialaminya dalam keadaan terikat erat, mata tertutup dan mulut di sumpal. Diapun tidak mengajukan tuntutan, Mila masih ingat dengan handycam dan CCTV yang merekamnya selama dirinya ditawan di sebuah villa oleh Ambang temannya di dunia maya dan penculiknya.

Polwan Yenipun membesuknya dirumah sakit, Yeni sangat memahami pengalaman berat dan trauma yang di alami Mila, karena dirinya juga pernah mengalami penculikan, bahkan ceritanya sudah tersebar ke media

Pedoman Rakyat
Seorang Polwan Cantik Di Culik

Makassar 5 Oktober 2007 (PR) Upacara HUT Bayangkara Kepolisian baru berakhir, Ipda Yeni seorang polwan baru selesai mengikuti nya dengan berseragam PDU 1. Sang Polwan yang seharian sibuk dengan kegiatan dalam rangka HUT Kepolisian, hari ini dia tidak mendapat tugas patroli dan lain sebagainya. Yeni memiliki wajah yang cantik, berkulit putih dengan bibir yang merah merekah, tubuhnya berisi dan seksi, apalagi ketika ia mengenakan baju dan rok coklatnya yang berukuran ketat sampai-sampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas menembus dan menghias kedua buah pantatnya yang sekal.
Suatu malam sekitar jam 10 ia diseret masuk ke dalam mobil, dan mobil itu langsung tancap gas.
Di dalam mobil tersebut ada empat orang pria. Yeni diancam untuk tidak berteriak. Yeni didudukkan di bagian tengah, diapit 2 orang pria. Mereka berusaha meremas-remas pahanya. Tangan kedua lelaki tersebut mulai bergantian mengusap-usap kedua paha mulus Yeni. Kedua tangan Yeni diikat ke belakang dengan tali hingga dadanya yang montok itu mencuat ke depan. Kedua orang pria yang mengapitnya itu memanfaatkan kesempatan dengan bernafsu menyingkap rok Yeni sampai sepinggang. Setelah itu kedua belah kakinya dibentangkan lebar-labar ke kiri dan kanan sampai akhirnya tangan-tangan nakal kedua lelaki tersebut dengan leluasa menyeruak ke dalam celana dalam Yeni, kemudian dengan bernafsu mengusap-ngusap kemaluan Yeni. Akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah, Ternyata di sana sudah menunggu kurang lebih sekitar lima orang pria lagi.
Yeni kemudian dibopong masuk dan didudukkan di sebuah kursi sofa panjang di antara mereka. Gadis cantik itu terlihat sangat terkejut melihat suasana di depannya, dia sadar kalau tangan dan kakinya terikat erat.....bersambung ke hal 9 kol 2


Yenipun memahami mengapa Mila memutuskan tidak akan menceritakan apa yang dialaminya kepada siapa-siapa termasuk kepada Yeni yang kini mulai bersahabat dengannya Yeni ingin membantu menghapuskan trauma yang telah dialami Mila dengan begitu berat.

Fisik Mila sudah pulih, dia tinggal sendirian di apartemennya, setiap kali menjelang tidur Mila merasakan ketakutan yang hebat. Walaupun Mila sesungguhnya memiliki fetish soft bondage, namun apa yang dialaminya sejak sore pertemuan dengan Ambang, kemudian ditinggal terikat di semak-semak, diperkosa oleh seorang pemulung dan seorang oknum polisi, membuat dirinya mengalami taruma yang sangat hebat. Dua belas hari sudah Mila mengalami penculikan dan bondage yang begitu lama dan menyakitkan.

Satu minggu sejak Mila dibebaskan dari sebuah penculikan yang tidak bertanggung jawab, setelah keluar dari rumah sakit yang merawatnya Mila mulai kembali bekerja, tak ada temannya dikantor yang menanyakannya karena kebetulan Mila telah mengambil cuti panjang sebelum dirinya diculik oleh Ambang. Ini hari pertama Mila masuk kerja diantar oleh Yeni sahabat barunya, seorang polwan yang kebetulan sedang tidak bertugas. Hari ini Mila bersepatu putih dengan kaki yang dibungkus stocking hitam. Mila memakai blus merah tanpa kerah lengan panjang dengan kancing hitam yang berbaris rapi dengan rok putihnya tentu. Di pergelangan tangannya dan kakinya masih tersisa bilur-bilur bekas tali rafia yang meringkusnya.Mila kelihatan manis dan tentu cantik dengan penampilannya walau sudah mengalami penculikan dan pemerkosaan yang hebat selama hampir 2 (dua) minggu. Mila memakai stocking hitam untuk menutupi pergelangan kakinya dan berlengan panjang untuk menutupi bilur-bilur yang ada pergelangan tangannya. Karena masih trauma melihat pakaiannya sementara waktu Mila enggan memakai pakaian yang di pakainya selama di culik, pakaian itu tidak dicucinya namun disimpan dan diperlakukan layaknya monumen. Ketika iseng-iseng Mila membuka e-mailnya yang sudah lama tidak dibuka karena dalam penculikan Mila terkejut ketika ada e-mail masuk dengan nama ambondage@yahoo.com terkirim kira-kira seminggu yang lalu. Ada attachmentnya berupa photo photo dan beberapa video. Semakin terkejut ketika di download dan di coba dilihat,...... adalah sebuah adegan dimana seorang wanita terikat kaki dan tangannya dan meronta-ronta di atas tempat tidur, Wanita itu berpakaian blus model shanghai warna biru, memakai rok putih dan sepatu putih sedang meronta-ronta dalam video, ada juga tayangan wanita telanjang tak berbusana lagi meronta-ronta, itu tentu saja Mila mengenali wanita di video itu tak lain adalah dirinya!! Berikut pesan dalam e-mail itu :
“Mila, ketika kamu membaca e-mail ini
tentu kamu sudah ditolong orang,
aku berterima kasih untuk pengalaman bersamamu.
Kalau saja aku dengar laporan atau berita tentang
penculikanmu itu di media, video ini akan
langsung aku sebarkan lewat
youtube dan situs bondage lainnya.
salam
Ambang”


TAMAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar