Mila Istri Pilot yang kesepian

Foto Saya
Kenalkan namaku Ika Tantri Mila Verania. Teman-teman memanggilku Mila. Banyak yang bertanya, bagaimana rasanya jadi slave? Manusia mana sih yang benar-benar suka atau terlahir untuk diikat? Untuk hal tersebut di atas sebenarnya aku 'menderita', namun sesuatu yang menghiburku adalah ketika aku dalam keadaan seperti itu, memang sakit pegal dan tidak bisa bergerak yang secara fisik kurasakan Namun ada kenikmatan terselubung, dalam ketika berdayaanku yang tangan kaki terikat dan mulut tersumpal, kurasa kenikmatan adalah aku merasa bagai ratu. Karena sang pengikatlah yang harus repot melayani aku. Ketika aku hendak buang air kecil, dibopongnya aku dan diceboknya. Ketika ingin makan aku di suapnya (tidak temasuk kalau dia mesti memasakkan aku sesuatu), dan karena 'derita' ini dilakukan karena ada cinta setidaknya dilakukan dengan suka. Tentunya berbeda jika yang dialami itu penculikan....

Jumat, 12 September 2014

Roni Saputra & Nina Olivia

Berawal dari pertemuan di sebuah cafe di Jakarta, kami berkenalan
"Roni..." Katanya bangkit menyambut kedatanganku
"Nina, sudah lama menunggu?" tanyaku
"Baru datang kog" jawab Roni.
Nina memakai baju berkerah shanghai tidak berlengan warna biru muda, dipadukan dengan rok abu-abu diatas lutut dan sepatu model Mary Jane berwarna biru muda. Nina pun duduk didepan Roni.
"Apa kabar Nina" kata Roni
"Baik baik" kata Nina.
"Kamu ini cantik juga, mirip Nikita Willy lho" puji Roni
"Ah kamu bisa saja" jawab Nina. Merekapun tertawa ceria.
Nina ini berparas manis, tinggi 160an senti dan tubuhnya mungil, sepintas melihat wajah dan postur tubuhnya memang mengingatkan Roni akan penyanyi dan artis sinetron yang sering memainkan peran diculik atau diikat, Nikita Willy.
Nikita eh Nina Olivia nama lengkapnya, lalu memesan minum Strawberry Juice bersamaan dengan Roni yang memesan Ice Capucino, Kemudian Nina pamit sebentar "mau ke air dulu" katanya, Nina pun buang air kecil kemudian mencuci tangannya lalu memperbaiki dandanannya dan menambah harum dari parfumnya.
Sementara Roni menerima 2 gelas minuman dari pelayan dan diam-diam dia memasukkan bubuk yang adalah obat tidur ke minuman Nina.
Tak lama Nina kembali ke meja tempat mereka duduk dan ngobrol akrabnya.
Berdua berbicara ngobrol tentang segala hal, sampai mereka bicara mengenai kesukaan sex mereka, tapi sambil berbicara Roni  perhatikan kaki betis Nina dengan sepatu Mary jane yang mempermanis kakinya.
"Hhhmmm seksi banget ingin aku ikat kakinya dan ingin segera mengikat dan membaringkan Nina dalam tubuh terikat tangan kebelakang dan kaki bersamaan meringkuk kayak udang.... sambil pantatnya saya pukul dengan tangan saya.. " Lamunan Roni bubar dengan kata kata
"lagi mikir apa"..sambil Nina membelai bulu tangan Roni.
"Enggak, kamu memang cantik Nina" kata Roni
"Maaf Ron, nggak ada uang kecil" sahut Nina dengan jenaka. Kembali gelak tawa membahana diantara keduanya.
"Minum yuk,....." Kata Roni sambil meneguk minumannya.
Ninapun meneguk Strawberry Juicenya, memang Nina agak haus sehingga setengah gelas langsung di teguknya.
"Ugh....!" Nina mengeluh seraya memegang keningnya
"Kenapa Nin,...." tanya Roni
"Αkΰ pusing, Ron!" Bergegas Roni berdiri dan menuntun Nina..
"Biar αkΰ antarkan kamu pulang,..." Kata Roni
"Ma kasih Ron," jawab Nina lemas sesampainya di mobil Roni, Nina tidak sadarkan diri. Ronipun menggendong 

Nina dan membaringkannya di jok belakang. Sebelumnya Roni telah mengikat kedua pergelangan tangan Nina kebelakang dengan lakban, dan juga menyumpal mulutnya dengan lakban.
Mobil Roni meluncur masuk tol Jagorawi, tujuannya adalah sebuah villa di Megamendung.
Setelah tiba ditujuan Nina belum juga siuman, Ronipun menggendong tubuh Nina yang mungil dan terasa ringan itu masuk, dan menempatkannya dalam sebuah kamar. Sesampainya dikamar Nina dibaringkan seperti bentuk udang dalam bayangan Roni, lalu untuk keamanan, kaki Nina dibiarkan tetap bersepatu dan pergelangan kakinya diikat menjadi satu. Kemudian tangannya yang terikat lakban, diganti dengan tali nylon dan pergelangan tangannya disilangkan dan dililitkan tali dengan erat sekali. Tali juga dililitkan di bagian dada dan lengan Nina semakin memastikan bahwa Nina tidak akan bisa lepas. Kurang yakin, Ronipun melilitkan tali dan mengikat bagian lutut Nila. Lengkaplah gadis itu terikat dan tak berdaya.
Kemudian Ronipun meninggalkan Nina terikat tak berdaya di dalam sebuah kamar dan mengunci pintunya.
"......eemmmmppphhhh!"
"......eemmmmppphhhh!" Nina baru siuman dan terkejut mendapatkan dirinya terbaring di sebuah tempat tidur dengan tangan dan kaki terikat erat. Nina berusaha melepaskan tali yang mengikatnya, beberapa lamanya Nina meronta-ronta tapi tidak berhasil.
"Mengapa αkΰ disekap disini, siapa yang telah menculikku ?" benak Nina bertanya tanya.
Segalanya masih menjadi misteri baginya.


                                                                                                                                                           -bersambung-

Selasa, 09 September 2014

Terjebak dalam Sebuah Permainan ?

Nilawaty, mahasiswa cantik di Fakultas Psikologi salah satu Universitas terkenal di Bandung. Pada suatu sore Nila begitu panggilannya berpapasan dengan Jacky sahabatnya sepulang kampus yang menawarkan tumpangan. Hari itu Nila tampak cantik memakai blouse shanghai biru dengan rok 3 cm diatas lutut bersepatu model mary jane berwarna putih.
"Mampir di cafe yuk, aku haus nich..." ajak Nila
"Ke rumah aku aja yuk, kIta minum di rumah kostku ada yang mau aku tunjukkan" jawaban Jacky dan Nila menyetujuinya waktu hampir mendekati jam 17.30 ketika mereka tiba
"Nah kita sudah sampai" ujar Jacky ketika sampai di sebuah kawasan di Ciumbeuleuit Bandung,
Nila keluar dari mobil Jacky, "Wah asri banget tempat ini.." kagum Nila
"Yuk, masuk...!" ajak Jacky merekapun barjalan memasuki kamar Jacky
Ketika masuk, Nila sedang mengamati photo2 yang terpajang di tembok dan mendengar


"Menghadap ke tembok dan tangan memegang leher...." Nila bingung

sambil mulai melakukan apa yang di minta.
Kemudian Nila merasakan kedua tangannya ditarik ke belakang oleh Jacky
Jacky memegang erat kedua pergelangan tangan Nila dengan satu tangan, tangan yang lain sibuk melilitkan tali beberapa lilitan ke pergelangan tangan Nila dalam waktu yang tidak terlalu lama Jacky membuat simpul mati dan tangan Nila sudah terikat kebelakang.
"Apaan nich Jack,......." tanya Nila
"Tenang saja Nila, it's just a game, permainan" ujarnya sambil mengikat erat sehingga hampir menempel kedua sikunya
"Auwh........" reaksi Nila
Lalu Jacky mengambil ballgag dari dalam lacinya
"Aku mau diapakan ini?" Tanya Nila yang bingung tangannya terikat dan
......eemmmmppphhhh! Ballgag dipakaikan ke mulut Nila dan di eratkan.
Lalu Jacky menuntun Nila ke tempat tIdurnya, Nila pasrah dan berjalan saja ke tempat tidur Jacky, duduklah ia di tempat tidur, lalu Jacky mengangkat kedua pergelangan kaki Nila, kemudian dipasangkan borgol kaki yang rantainya hanya 3 buah ke kaki Nila.
"Tenang saja Nila sayang" kata Jacky sambil membelai rambut Nila.
......eemmmmppphhhh! Sahut Nila tak jelas.
"Aku tidak akan menyakitimu," lanjut Jacky sambil mengelus elus paha Nila.
Nila masih bingung dengan permainan yang dialaminya, "kog aku diikat sedemikian rupa? ini permainan apa ya?" benaknya penuh dengan pertanyaan, dan Nila pun tertidur

Ketika terbangun, Nila melihat waktu sudah pk 21.25 dan mendapati dirinya terbaring terikat seorang diri di kamar Jacky, dan Jacky tak terlihat olehnya.
Nila berusaha turun tempat tidur bermaksud untuk melarikan diri, walau kaki terborgol, pelan2 ia melompat2 kecil

hingga sampai di pintu kamar, Nila membalikkan tubuhnya berusaha membuka pintu dengan tangan terikat kebelakang.
Tiba tiba Jacky sedang berada di balik pintu ingin masuk
"Eeh mau kemana sayang?" serta merta Nila di bopongnya kembali ke tempat tidur dan kembali Nila ditinggal terikat erat sendiri di kamar....

-------

Tak terasa sudah pagi berarti sudah 8 jam lebih Nila begini, Nila meronta ronta, merasa kesal karena dibiarkan terikat erat sendiri di kamar yang asing baginya


Kembali dia mencoba peruntungannya,  Nila berusaha bangun dan berdiri,....
Berhasil! Lalu melangkah kecil dengan kaki yang diborgol dan bersepatu mary jane heels tingginya 5cm, lumayan susah, langkah terasa kecil lambat dan menyakiti pergelangan kakinya.
......eemmmmppphhhh! Nila tidak mau menyerah...
Perlahan tapi pasti tiba Nila di pintu kamar, Nila memutarkan tubuhnya, biar tangannya yang terikat melakukan pekerjaannya
Handle pintu tidak berhasil dia buka, meski dicoba berkali-kali
Ugh terkunci rupanya,... lalu Nila mencoba jendela di sebelahnya,
"......eemmmmppphhhh!"
"......eemmmmppphhhh!" 
"......eemmmmppphhhh!" Nila berusaha menarik perhatian orang diluar kamar, belum berhasil
Tidak lama terlihat, ada seorang pria separuh baya lewat, dan terkejut dengan apa yang dilihatnya dibalik jendela, seorang gadis terikat erat mulut tersumpal di kamar Jacky, rupanya di sekap!
"Sebentar ya Nak,...." teriaknya sambil meninggalkannya. Nila berharap dengan pasti
Tak lama kemudian Bapak itu kembali dengan sejumlah kunci dan tak lama kemudian pintu terbuka
......eemmmmppphhhh! sorak Nila senang
"Kamu kenapa dik, ada di kamar Jacky dalam keadaan begini?" tanyanya sambil melepaskan ballgag yang menyumpalnya
"Mulutku kering Oom haus....." Kata Nila
"Tunggu" ujarnya segera ditinggalnya Nila masih dalam keadaan terikat tangan dan terborgol kakinya untuk mengambilkan minum.
Tak lama ia datang dengan segelas teh manis dan sedotan, glek glek Nila minum dengan lahap.
"Adik siapa, kog bisa ada disini? tanyanya
"Saya Nila sahabatnya Jacky Oom, ini adalah suatu permainan......tolong lepaskan saya Oom," kata Nila sementara Bapak itu lalu mulai berusaha melepas simpul2 yang mengikat tangan dan siku Nila, membutuhkan cukup waktu untuk melepaskan tali yang mengikat Nila.
Dan setelah terlepas mereka bingung bagaimana melepas borgol di kaki.
Nila ditinggal lagi masih tak berdaya dengan kaki masih terborgol
"Ini lagi main apa dik Nila...? Bapak itu kembali sambil mencoba membongkar rantai dengan kunci Ingris, tang dan gergaji kecil, kemudian mencoba melepas dengan paksa borgol di pergelangan kaki Nila, cukup sulit.
"Ini ceritanya permainan culik-culikan, teman kami sedang meneliti dampak psikologis penculikan, saya mendapat peran korban penculikan Oom, " jawab Nila sekenanya, dasar Nila dengan cepat ia menemukan jawaban untuk melindungi Jacky yang telah membuatnya begini.
"Skenarionya Jacky menculik dan menyekap saya di kamarnya, sayang sudah lewat 24 jam dia tidak kembali" ujar Nila 

"Dan saya harus menceritakan apa yang saya rasakan secara psikologi perasaan diculik itu Oom, saya berusaha membebaskan diri karena sudah bisa memberikan hasil penelitian bagi teman kami" lanjutnya.
KLEK... Borgol di kaki Nila berhasil di buka oleh Bapak itu di kuncinya bereksperimen gemilang Bapak yang menggunakan klip kertas yang agak besar.
"Aduh, terima kasih Oom, Bapak......?." Ucap Nila
"Samsudin, panggIl saja Pak Sam, saya pemilik rumah kost ini" jawab Samsudin
"Terima kasih Oom Sam,...." Nila merapihkan dirinya dan bersiap mau pulang, setelah seharian diikat.


Sore itu Jacky pulang bersama temannya Bobby bermaksud menengok Nila, tapi tak ditemukannya gadis itu, hanya borgol kaki yang rusak dan tali-tali berserakan dekat pintu masuk.

                                                                      Tamat

Jumat, 05 September 2014

Tragedy Direktris Hesty

Hesty adalah seorang direktris sebuah perusahaan pengembang yang cukup ternama. Walaupun telah berumur 43 tahun, mempunyai anak tapi ibu ini masih cantik dan selalu tampil sexy. Apalagi dia sering menggunakan blouse yang agak transparant, rok sepan dan stocking sehingga banyak membuat mata para lelaki sering memperhatikan buah dadanya yang terbungkus BH putih jelas menerawang di balik blousenya yang transparant. Begitu juga kakinya yang putih dan jenjang terbungkus stocking dan sepatu ankle strap hak tinggi.
Hari itu Jumat seminggu sebelum pembebasan tanah di mana tanah itu dipakai untuk kompleks pelacuran terselubung, Hesty harus bertemu dengan beberapa warga yang di percayakan mengurus pembebasan tanah tersebut.

Hesty mengunjungi sebuah kompleks pelacuran untuk memastikan apakah pembebasan tanah itu sudah beres, sebelumnya ia sudah mengontak seorang broker tanah di kompleks itu untuk memandunya dalam mencari kepastian masalah tanah sudah selesai supaya tidak terjadi demonstrasi di kemudian hari sekaligus jadi pelindungnya, untuk itu dirinya sudah membayar cukup uang.
Dan tentu saja kedatangan Hesty ke tempat itu sangat menarik perhatian, beberapa lelaki hidung belang menggodanya, namun mereka tak berani macam macam karena Hesty ditemani oleh broker tanah yg mantan preman, sehingga bisa dikatakan pemeriksaan akta akta tanah oleh Hesty saat itu berjalan lancar.
Jam menunjukan pukul tujuh malam saat Hesty telah menyelesaikan pemeriksaan surat surat tanah beberapa orang masuk ke warung itu, dari tampangnya jelas terlihat jika mereka adalah preman wilayah sini.
“eeh…siapa nih…?” seorang yg berbadan paling besar melihat Hesty, otomatis dia menjadi pusat perhatian disana, karena tak ada siapapun lagi disana, sementara pak Rusdi sedang di belakang.
“oohh..ternyata ibu direktur…..gimana bu..udah puas…?” tanya orang itu lalu tertawa. Hesty hanya mengangguk pelan dan tersenyum sopan, nada bicara orang ini membuatnya tak nyaman, apalagi teman teman orang ini kemudian berdiri di belakang Hesty seolah bersiap siap untuk melakukan sesuatu.
Melihat gelagat buruk, perempuan itu segera bangkit dari tempat duduknya. namun ia kurang cepat, orang di depannya telah menerkam dia sehingga Hesty terdorong ke dinding warung, tangan orang itu mulai meraba raba tubuhnya.
“PAK RUSDI..PAK RUSDI…TOLONG….TOLONG..PAK…” Hesty berteriak berharap pak Rusdi mendengarnya.
tak lama pak Rusdi muncul dari belakang, membuat Hesty merasa lega. orang itupun menghentikan aksinya walaupun ia masih mencengkram kuat lengan Hesty.
“pak tolong pak…mereka mau berbuat yg tak senonoh pada saya..” seru Hesty sambil berusaha melepaskan diri usahanya berhasil dan ia segera menghampiri pak Rusdi.
“kenapa ibu Hesty..?” tanya pak Rusdi
“itu pak..mereka mau kurang ajar sama saya..” jawab Hesty
“Oh,  lalu …?”
“tolong suruh mereka pergi pak….”
pak Rusdi kemudian memandang Hesty, dan perempuan itu merasakan ada yg berbeda dari sorot mata pak Rusdi.
“wahh..ibu…..mereka kan berlima..bapak sendirian…gimana bapak ngusirnya…?” kata pak Rusdi, namun tidak ada nada ketakutan dari bicaranya, hal ini membuat sebersit ketakutan muncul di pikiran Hesty, ternyata pak Rusdi juga terlibat.
“ayo..bawa ke kamar belakang aja…” kata pak Rusdi, segera para preman itu menarik Hesty ke kamar belakang yang memang sedari tadi telah disiapkan oleh pak Rusdi.
Perempuan itu didorong masuk ke sebuah kamar kosong, kelihatannya kamar ini biasanya dipakai oleh para pelacur jika menerima pelanggannya.
“tolong…jangan…..kenapa kaliaan ini….” Hesty memohon
“dasar perempuan tolol..berani beraninya kemari…sendirian pula…”jawab seorang preman
“tapi..tolong..saya hanya memeriksa surat tanah….tidak akan ada yg dirugikan….”kata Hesty lagi
“bodo amat…!!!….togar ….ucup..ayo….” dia memerintah anak buahnya segera mereka mendorong Hesty terjatuh ke tempat tidur, kedua tangannya kemudian diikat kebelakang dengan tali rafia, mulutnya langsung disumpal lakban. sementara seorang yg lain berusaha melepaskan rok sepan yang dipakai Hesty, agak sulit karena perempuan itu terus meronta, namun akhirnya berhasil juga. kemudian satu persatu kancing baju Hesty dilepas, sehingga kini pahanya yang mulus dan buah dadanya yang montok terekspos.

Hesty mendengar suara laci dibuka, rupanya si pimpinan preman, Jhony , baru saja mengambil gunting lalu kemudian mendekati dirinya. Jhony kemudian menelurusi lekuk tubuhnya perlahan dengan gunting sampai akhirnya ia menggunting lepas bra dan celana dalamnya. segera hawa dingin menerpa buah dadanya yang terbuka, membuat putingnya mengeras.
"......eemmmmppphhhh!!" Hesty hanya bisa pasrah karena sadar tak akan ada yang menolongnya disini.
“keras nih…..wahhh…terangsang juga nih cewek….” kata Jhony sambil memainkan puting Hesty.
Hesty hanya bisa memejamkan mata dan memalingkan muka sementara Jhony meremas remas buah dadanya.
“Cup..bikin dia panas dulu nih…” kata Jhony. tawaran yang langsung disambut gembira oleh Ucup.
“thanks ..boss…”
"......eemmmmppphhhh!" Hesty tak berani melihat, tapi ia bisa mendengar jika kini Ucup sedang melepaskan pakaiannya sendiri, kemudian ia merasakan jari jari yang menyentuh dan memainkan vaginanya.
“......eemmmmppphhhh!" Hesty hanya bisa meronta dan menangis
namun Ucup tak mau mendengarnya , ia terus memainkan vagina perempuan tak berdaya itu dengan jari jarinya, hal ini membuat Hesty sangat kesakitan dan tersiksa apalagi vaginanya masih kering.
“hei..kalian..coba bawa air seember kemari sama bawa handycam gue…..cepetan…” Jhony menuruh anak buahnya yang lain. dan tak butuh waktu lama untuk mereka memenuhi perintah boss nya.
“gimana cup….?’” tanya Jhony
“masih sempit boss….. biar sudah ibu ibu masih mantap nich…” jawab ucup
” bagus..bagus….”

” berlutut ..dilantai..ayo….” perintah Jhony.
Ucup segera memaksa Hesty untuk berlutut di lantai, belum sempat berpikir sesuatu yg keras memukul pipinya.
"..........eemmmpphhhh.!!" Hesty terkejut, penis Jhony kini menegang keras dihadapan wajahnya, selama ini ia belum pernah melihat secara langsung penis laki2.
"CRETT!!" Lakban yang menyumpal Hesty dibuka.
Jhony langsung memaksa memasukkan penisnya ke mulut perempuan itu, penisnya yg besar membuat mulut Hesty terlihat penuh, juga tentu saja membuat Hesty tersedak dan sulit bernafas. Jhony dengan kasar mendorong dorong kepala Hesty dan menahannya beberapa saat menikmati kehangatan bibir perempuan cantik ini, sampai akhirnya ia menarik keluar penisnya dari mulut Hesty.
Hesty merasa lega , ia terbatuk dan berusaha menarik nafas , sementara ia merasakan beberapa tangan menjamahi tubuhnya denga kasar, tangannya masih terikat kebelakang.
Tiba tiba Hesty kembali ditarik jatuh ke kasur, kini ia bisa melihat jika seluiruh lelaki di kamar itu telah telanjang bulat, Hesty bergidik melihat penis penis mereka yg sudah menegang, penis yg beberapa saat lagi akan mengacak acak vaginanya. salah seorang dari mereka bahkan sedang merekam semua kejadian yg terjadi.

Jhony segera menindih tubuh Hesty, menjamahi dan mencubiti buah dadanya dengan gemas, lalu mengulum dan menyedotnya dengan kasar, sebelum perempuan itu sempat berteriak , Ucup telah membungkam mulut Hesty dengan ciumannya yg ganas, lidah ucup dengan liar bermain di dalam mulut .
Perempuan itu hanya memejamkan mata dan menangis tertahan, air mata mulai mengalir di pipinya
Hesty berteriak tertahan dan mata terbelalak, saat tiba tiba vaginanya ditembus oleh penis Jhony. kali ini Hesty mencoba berontak dan melepaskan diri, namun semakin dia meronta, Jhony semakin keras dan brutal memompa vaginanya, sehingga semakin menambah kesakitan pada diri Hesty.
Jhony terus memacu tubuh Hesty sementara kawan kawannya memberi semangat, kadang muncul komentar2 jorok ditimpali tertawa.
Setelah sekian lama akhirnya Hesty merasakan suatu tegangan, tak lama kemudian dia merasakan sesuatu yg hangat dalam dirinya, Jhony telah mengeluarkan sperma didalam.
Jhony kemudian bangkit dan tertawa puas,namun siksaan Hesty belum berakhir, kini di atas tubuhnya telah ada pak Rusdi dengan penis yg bahkan lebih besar dari milik Jhony.
Kini sambil menatap penuh nafsu wajah Hesty, pak Rusdi menembus vagina Hesty dengan penisnya, meskipun cairan bekas Jhony membuat penis pak Rusdi masuk lebih lancar, namun vagina Hesty masih sempit,sehingga tak mengurangi kesakitan Hesty, bahkan karena besarnya penis pak Rusdi, kesakitannya malah lebih terasa.
“aahhh…ahhhh…bangsaaatt…kaa…liaann….aahh” umpatnya.
Togar segera membungkam mulut Hesty dengan penisnya, kini sambil tubuhnya masih ditindih oleh pak Rusdi, ia juga harus mengoral Togar. tak satupuin kejadian itu yang luput dari rekaman handicam Jhony.
Tak lama kemudian lagi lagi ia merasakan cairan hangat di vaginanya, dan semburan cairan asin di mulutnya.
Perempuan malang itu hendak memutahkan cairan itu namun kepalanya ditahan Togar sehingga, ia terpaksa menelan sperma Togar.
Setelah pak Rusdi, kini giiran yg lain menindih Hesty dan memperkosanya dengan kasar. Hesty sudah pasrah, air matanya sudah mengering, ia hanya memejamkan mata membayangkan ia tak disana, membayangkan semua itu tak terjadi.

Epilog: 
Menjelang siang para pengguna jalan tol dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh perempuan tanpa busana dengan tangan terikat kebelakang di pinggiran jalan, dilihat dari kondisinya perempuan ini masih hidup dan jelas merupakan korban perkosaan. Warga yang menemukan Hesty menelpon polisi. Polisi segera datang dan  melakukan penyelidikan pada kasus tersebut, butuh waktu sampai sebulan sampai akhirnya polisi menangkap para pemerkosa tersebut.

Karena kejadian itu pula akhirnya massa merusak dan membakar tempat pelacuran itu , menutup selamanya tempat itu. Dan Hesty butuh waktu hampir setahun sampai akhirnya ia bisa hidup normal kembali, meski begitu pengalaman mengerikan itu tak akan pernah terlupakan seumur hidupnya.

Selasa, 26 Agustus 2014

Indy Rachmawati lama tidak terlihat di layar kaca

Indy Rachmawaty, News Anchor TVOne yang menjadi andalan di setiap acara Apa Kabar Indonesia Pagi. Ulasan dan pertanyaannya tajam dan mengena, membuat pemirsa yang menyaksikan acaranya semakin menikmati sajian dan ulasan presenter berita cantik asal Bandung.

Sudah lama Indy tidak mendampingi Arief Fadil memandu acaranya, yang lebih sering didampingi News Anchor Winny Charita. Pemirsa TVOne mulai kehilangan sosok Indy Rachmawaty. Indy Rachmawaty yang cantik dan pintar itu kini terbaring tak berdaya diruangan ini, tidak ada lagi berita yang bisa kita dengar karena mulutnya tersumpal oleh lakban secara berlapis. Tangannya terikat erat kebelakang ditambah tali-tali yang melilit erat di tubuhnya. Kakinya, yang bersepatu Mary Jane yang sering dipakainya setiap tampil dilayar kaca, terikat erat menyatu membuatnya tidak bisa bergerak atau berjalan seperti biasanya. Ada apa dengan Indy ? Rupanya berita tentang kisruh Pilpreslah yang membawanya seperti ini. mantan pejabat TNI itu gerah dengan sebuah acara di mana Indy berspekulasi bahwa dia terindikasikan sebagai antek PKI,
“Bawa si Indy Rachmawaty, kesini!” perintahnya kepada ajudannya.
Setelah mengintai kebiasaan Indy sepulang shooting untuk Satu Jam Lebih Dekat program yang digawanginya setiap malam Minggu, Indy telah mengambil cuti dan berencana untuk pulang kampung, dia menumpang sebuah taxi yang mengantarnya ke Shuttle Cipaganti di dekat tempat tinggalnya.
Malang nasib Indy, baru beberapa menit taxi meninggalkan kawasan studio TVOne di Pulogadung Indy merasakan desakan dari sisi kanan jok tempat Indy duduk.
“Auwww....!!” teriak Indy terkejut ketika muncul sosok berbaju hitam serta merta muncul lalu membekap mulut Indy.
“eemmmpphhhh.......!”
Tangan Indy secara kuat dan kasar ditarik kebelakang dan langsung dililiti tali dan mengikat pergelangan tangannya. Tak berdayalah Indy ketika tangannya sudah terikat erat. Kemudian kaki Indy yang bersepatupun di satukan kemudian dililitkan tali-tali dan berhasil membelenggu Indy, kemudian didaerah lututnyapun dililitkan tali sehingga Indy di buat benar benar tidak berdaya.
“Ayo langsung bawa ke lokasi” perintah si penyusup kepada supir taxi yang ternyata anggota komplotan penculik
“eemmmpphhhh.......!” Indy melenguh tak berdaya ketika matanya dengan kain hitam oleh si penculik.
Cukup lama rasanya Indy dalam keadaan terikat erat didalam mobil taxi ini, Indy menduga dirinya dibawa keluar kota, sampai akhirnya mereka tiba di suatu tempat, udaranya terasa sejuk bisa dirasakan Indy di tubuhnya yang terikat.
Mobil masuk ke dalam garasi, lalu tubuh Indy yang tak berdaya dibopong masuk kedalam rumah itu. 
‘Buukk...!!!” Indy merasakan tubuhnya yang tak berdaya dihempaskan ke sebuah tempat tidur.
“eemmmpphhhh.......!” Indy melenguh kesakitan akibat tubuhnya dijatuhkan ke tempat tidur.
“Selamat datang, ibu Indy Rachmawaty yang terkenal itu di tempat kami” suara seseorang menyambut kedatangannya.
“Kami penggemar setiamu” lanjutnya lagi
“eemmmpphhhh.......!” Indy melenguh
“Terima kasih untuk pemberitaanmu yang spektakuler itu ha..ha..ha..ha..” ujarnya
Apa maksudnya ya? batin Indy bertanya misterius
“Setiap pagi boss kami selalu setia menonton Apa Kabar Indonesia, hingga berita itu tertuduhkan pada kami
Kamu berada disini karena pemberitaanmu Indy, lagian sebenarnya bossku tertarik dengan kecantikanmu dan juga kepintaranmu makanya beliau mengundangmu kesini” suara itu menjawab sebuah misteri yang memenuhi benak Indy.
Indy berpikir pemberitaan baru-baru ini yang membuatnya terikat tak berdaya dan berada di tempat ini.
Cukup lama Indy dibiarkan dalam rasa penasaran akibat tidak bisa mengira siapa oknum di balik penculikan dirinya. Hari-hari ketidak berdayaannya dilaluinya tanpa hal yang berarti.
“eemmmpphhhh...eemmmpphhhh.....!!” tubuh Indy meronta-ronta, Indy seolah percaya dia akan mempu melepaskan tali-tali yang membuat tubuhnya tak berdaya seperti ini.
Ini adalah hari ketiga Indy diculik agak sore Indy dikunjungi penculiknya, kemudian mata Indy ditutup dengan kain hitam dan tubuhnya tiba-tiba terangkat, Indy dibopong entah mau dibawa kemana,... Indy merasakan tubuhnya diletakkan dalam sebuah bagasi mobil dan mobilpun bergerak. 
Setelah tiba di suatu tempat, tubuh Indy yang terikat tidak berdaya itu kembali dibopong, konon mereka memasuki rumah mewah yang dipagari tinggi-tinggi. Sang penculik yang ajudan itu terdengar berucap
"Bung Andry, selamat ulang tahun ini hadiah dari Bapak Indy Rachmawati sungguhan!" Andry pun memakai topeng skynya lalu membuka kain hitam yang menutup mata Indy sejenak lalu menutupnya kembali.
"Wow, Indy Rachmawati,.. Asli!!!" sambutnya senang.
"Hari ini tugasmu membereskan dapur dan cuci piring, ayo laksanakan" lanjutnya
"eemmmpphhhh......!' Indy bingung dia disuruh mengerjakan sesuatu tapi tangan, kaki dan matanya masih terikat.
"Awas tidak boleh ada yang pecah" sesampainya di dapur ujarnya sambil melepas kain hitam yang menutup matanya. Indy mulai berusaha susah payah mencuci piring dengan tangan terikat erat kebelakang sambil membelakangi tempat cuci piring dengan kepala yang menoleh kebelakang, lehernya terasa pegal. Diawasi oleh salah satu ajudan yang bertugas menculiknya.
Cukup memakan waktu lama sampai Indy berhasil mencuci semua piring yang berserakan. Usai sudah, lalu Indy didudukkan di kursi roda dan didorong dan diserahkan pada Andry.
"Lama sekali kerjanya....?!!! kamu mesti latihan fisik biar kerjaanmu bisa cepat.." hardik Andry.
"Latihan fisik ? Aku mau diapain lagi?" benak Indy
(bersambung)
                                                                                                

Pengalaman Ika seusai kampus


Kejahatan di dalam angkutan umum kambuh lagi. Kali ini menimpa seorang mahasiswi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Peristiwa itu bermula saat wanita muda bernama Ika (28) pulang kuliah. Ika adalah mahasiswi S2, bersahaja,

cantik dan supel di kampusnya. Siang jelang sore itu dia baru menyelesaikan kuliahnya dan ingin bergegas pulang. Ika mengenakan kaus hitam longgar, rok setinggi lutut dan sepatu mary jane yang flat.



Saat berada di depan kampusnya, angkot trayek K yang berpenumpang hanya satu orang berhenti tepat di depannya. Tak ingin terlalu lama, menunggu tanpa menaruh curiga, Ika pun masuk ke dalam angkot tersebut. Di tengah perjalanan, sopir angkot memberikan sapu tangan kepada penumpang pria yang duduk tepat dibelakangnya.



Pria itu mendekat Ika, yang sendiri di dalam angkot duduk tak jauh dari pria itu, sedang merogoh tasnya. Ika langsung dibekap mulutnya.
"......eemmmmppphhhh!" Ika terkejut meronta berusaha melepaskan tangan pria di mulutnya, tidak berhasil. Serta merta mulutnya diiikat ke tengkuknya dengan sapu tangan hingga tak mampu berteriak. Mulut Ika yang terbuka hendak minta tolong berhasil diikat/disumpal dengan sapu tangan. Upaya membebaskan diri dari aksi tersebut sudah dilakukan. Pria itu lalu memegang kedua tangannya, lalu tangannya ditelikung kebelakang dan diikat erat menggunakan tali rafia. Jadilah Ika tak berdaya dalam angkot dengan mulut tersumpal dan tangan terikat kebelakang.



Angkot hitam putih ini mengarah ke semak belukar tak jauh dari tikungan sekitar terminal Angkot trayek G. Korban langsung diseret pelaku turun dari angkot dan dibawa ke semak yang cukup jauh dari pemukiman penduduk. Sementara itu, sopir angkot yang diduga kuat rekan pelaku menjaga lokasi kejadian agar tetap aman.



Sesampainya di bawah pohon sawit, tas gendong yang ia gunakan djadikan alas agar punggungnya tidak terkena dahan pohon yang telah dipotong. Kemudian pelaku pun melampiaskan nafsu bejatnya usai melepas celana dalam korban.



Ika berupaya melepaskan diri dari tindakan pelaku tak mampu dilakukannya. Hingga akhirnya Ika pasrah dalam keadaan tangan terikat kebelakang dan mulut disumpal tubuhnya pun berhasil "dinikmati" pria hidung belang ini. Usai aksi itu terjadi, Ika langsung berupaya melepaskan diri. Ia menendang tubuh pelaku dan langsung kabur dari lokasi kejadian.

Para pelaku mengejar dan dalam sekejab Ikapun tertangkap kembali, mereka lalu "menikmati" lagi tubuh Ika yang sintal dan menggerayangi tubuhnya lalu mengikat erat kedua kakinya dengan rafia. Lengkaplah Ika terikat tangan dan kakinya dengan tali rafia dan mulutnya diikat dengan saputangan. Setelah selesai mereka menggendong Ika dan membawanya pergi.
Selama 2hari Ika disekap disebuah rumah kosong, setelah puas menggerayangi Ika, mereka meninggalkan Ika sendirian di rumah kosong dalam keadaan terikat tangan dan kakinya tak sadarkan diri.




Butuh waktu cukup lama bagi Ika untuk membebaskan diri, akibat eratnya tali rafia yang mengikatnya. Ika melihat ada gelas yang dipakainya minum ketika baru tiba, dengan segala keterbatasan geraknya, Ika berusaha menjatuhkan gelas itu agar pecah. Berhasil!
Ika kemudian menjatuhkan diri guna memunggut beling pecahan gelas dan perlahan dia berusaha memotong tali rafia yang mengikat tangannya kebelakang. Ika takut sekali jika pergelangan tangannya terluka akibat usahanya, maka dengan hati hati sekali Ika berusaha memotong tali rafia yang mengikat tangannya. Malam jelang larut, belum berhasil, Ika memilih bersabar dan beristirahat terlebih dahulu dan Ika tertidur dalam keadaan tidak berdaya.



Pagi datang menandai hari ke empat Ika diculik dan disekap. Ika teringat adegan sinetron dimana artis sinetron Jihan Fahira berusaha melepaskan tali yang mengikatnya. Ika mencoba menggapai pecahan gelas yang disimpannya sejak semalam. Kembali Ika berusaha memotong lilitan tali rafia yang mengikatnya dengan berusaha tidak membuat luka di pergelangan tangannya. Kelihatannya mudah, Ika menirukan apa yang dia pernah lihat dalam sinetron, ternyata tidak semudah yang dilihatnya di televisi. Pelan dan lama tapi Ika tetap berusaha melepaskan ikatannya dan akhirnya sedikit demi sedikit tali itu putus.
"......eemmmmppphhhh masih terikat!" batin Ika setelah meronta ronta. Ika tetap berusaha dan sangat berhati-hati agar tangannya tidak terluka. Rupanya penculik telah melilitkan tali rafia berkali-kali untuk mengikat tangannya sehingga butuh waktu memotongnya. Berhasil! Kemudian Ika melepaskan saputangan yang menyumpal mulutnya lalu kembali mencoba dengan pecahan gelas memutuskan tali rafia yang melilit dan mengikat kakinya. Dan berhasil, Ikapun bangkit berdiri dan berjalan ke pintu keluar. Ugh,.. pintunya terkunci, perhatian Ika ke pintu lainnya dan juga terkunci lalu Ika mencoba membuka jendela, terbuka dan Ika keluar, hari rupanya menjelang sore, Ika mengenali daerah tempatnya disekap itu tidak jauh dari rumahnya. Lalu Ika berjalan kaki pulang ke rumahnya.



Entah apa pertimbangannya, Ika memilih menutupi kasus penculikan dan pemerkosaan yang terjadi Kamis lalu sekitar pukul 17.00 Wita, dari siapapun termasuk keluarganya. Ika diculik dari kampus pada hari Kamis jelang sore dan membebaskan diri dan kembali ke rumah hari Minggu sore. Orang orang di rumah tidak menanyakan apa apa karena Ika sering menginap di rumah teman kuliahnya terutama kalau ada kerja kelompok. Tidak ada yang tahu kalau Ika ternyata baru bebas dari penculikan dan pemerkosaan. Akankah kisah ini berakhir dengan begini, tanpa sepengetahuan kerabatnya?

Senin, 04 Agustus 2014

Pramugari Laras Melati dalam Pembajakan Pesawat

melayani penerbangan Bangkok-Cairo-Roma. Melati begitu dia akrab disapa sangat bersemangat karena kota Roma adalah favorite. Melati terlihat cantik dan serasi dengan seragam pramugari Thai Airways, sejenis kebaya / pakaian tradisional Thailand. Ini saatnya penumpang boarding atau memasuki pesawat. Melati bertugas menyambut penumpang dan menunjukkan atau mengarahkan penumpang ke nomor kursi yang ditentukan. Melati mengumbar senyum pada para penumpang yang sedang memasuki pesawat. Hari ini adalah program pertukaran pramugari dengan Garuda Indonesia dalam rangka Asian Hospitality yang akan berlangsung selama 10 hari. Selama 10 hari itulah Melati ditugaskan mewakili Garuda Indonesia di Thai Airways. Cantiknya Melati yang sepintas wajahnya mengingatkan akan kecantikan si "Princess" Syahrini mantan pasangan duet Anang Hermansyah itu, mendapatkan section pelayanan di kelas Ekonomi bagian belakang untuk pesawat sejenis Boeing 777-500. Pesawatpun lepas landas, lima jam perjalanan menuju Cairo Mesir sebagai transit pertama. Dua jam setelah lepas landas, Melati sedang sendirian di pantry belakang sedang membereskan alat makan bekas penumpang, dia mendengar,...
Dua orang laki laki menodongkan pistolnya dipunggung Melati, merasa ditodong Melati angkat tangan sambil menegakkan tubuhnya dari membungkuk. Kedua tangan Melati ditarik kebelangkang dan langsung diborgol. Mulutnya disumpal dengan lakban. Melati dalam keadaan tak berdaya digiring ke kursi belakang cabin. Melati yang terikat dijadikan sandera, dibaringkan di kursi penumpang barisan paling belakang dan diawasi oleh seorang pembajak perempuan berpistol..Kemudian setelah melumpuhkan Melati komplotan pembajak pesawat masuk ke kokpit pesawat memerintahkan pesawat mengarah ke Tel Aviv. Kapten Pilot diberitahukan pembajak untuk menurut saja, karena pramugari Melati sudah dijadikan sandera mereka. Pramugari lain disarankan untuk menenangkan para penumpang.
Terbaring dengan posisi menghadap ke sandaran kursi membuat Melati terbatas penglihatannya, tidak tahu apa yang terjadi dalam kabin pesawa t.
Ada sebersit harapan di benak pramugari  Melati sementara terbelenggu dan tertawan, mungkin hanya sementara penerbangan ke Tel Aviv saja dirinya akan terikat seperti ini, nanti setelah mendarat dan pembajak mendapatkan tuntutannya, dirinya pasti dilepaskan, pikirnya berusaha sabar. Lama menanti dalam ketidak berdayaan, akhirnya Melati merasakan pesawat dalam landing position, dan tak lama pesawatpun mendarat mulus di Tel Aviv.  Peristiwa pembajakan pesawat memang berakhir di Tel Aviv dan para pembajak akhirnya secara sukarela meninggalkan pesawat serta mempersilahkan pesawat untuk melanjutkan penerbangan. Tapi dugaan Melati ternyata  salah, ada yang tidak biasa karena ternyata Melati diangkat oleh para pembajak dan dibopong ikut dibawa turun pesawat sebagai sandera. 
"eemmmmppphhhh...........!!" Melati meronta-ronta selama dibopong pembajak, menuruni tangga pesawat.
"Let her go please...!" terdengar suara rekan pramugari sambil menangis. 
"She is just joining us, if you want a hostage, take me" salah seorang pramugari senior dengan berani menawarkan diri, menggantikan Melati menjadi sandera mereka. Namun rupanya terlambat, Melati yang dibopong pembajak telah selesai menuruni tangga pesawat. Dibawanya Melati sebagai sandera akibat tuntutan pembajak yang meminta tahanan politik Israel di Mesir juga belum diluluskan.

Akhirnya Melatipun pasrah tak berdaya di bawa mereka sebagai sandera. Melati yang sejak awal pembajakan tangannya di borgol kebelakang dengan mulut disumpal lakban, dibopong oleh salah satu anggota pembajak yang perempuan dibopong dan terpisah dari rombongan pembajak yang lain di masukkan kedalam bagasi mobil berwarna merah untuk disekap di suatu tempat. Tangannya yang terbelenggu dengan borgol diganti dengan tali yang mengikatnya erat di pergelangan tangan maupun pergelangan kakinya. Melati dibawa kesebuah rumah modern di Israel. 
"eemmmpphhhhh.......!" keluh Melati. Disekap di sebuah ruangan yang penuh pakaian,

seperti ruang ganti lalu Melati dibuat berdiri dan tubuhnya terikat ditiang. Hari-hari Melati dijalani dalam keadaan terikat berdiri pada sebuah tiang, jika lelah Melati berusaha duduk dilantai sebisa mungkin, namun sulitnya karena kakinya juga terikat dan diikatkan ke tiang itu. Kendatipun pramugari Melati sebagai sandera diurus dan dilayani dengan baik oleh pembajak perempuan yang ditugasi mereka mengurus sanderanya.
Sudah hampir seminggu lebih Melati menjadi tawanan kelompok para pembajak, yang sedang diculik atau disekap di Israel. Komplotan pembajak memperlakukannya dengan baik meski tangan kakinya tidak bisa digunakan namun pembajak perempuan pada khususnya bersedia menggantikan tangan dan kakinya, baik makan maupun buang air Melati dilayaninya dengan baik sungguh tidak terasa kalau Melati sudah seminggu lebih menjadi tawanan.
Apakah pramugari Melati akan menikmati kebebasannya suatu hari dan kembali ke tanah air, mampukah Melati mendapatkan kebebasan sehingga bisa di ekstradisi ke tanah air menjadi masalah yang belum bisa terselesaikan.
Hampir sebulan Melati tersandera di rumah mewah di Israel, para mantan pembajak saat ini tidak mendapatkan apa yang mereka tuntut. Tali di kaki Melati dilepaskan dari ikatan, 
"ini awal yang baik" pikir Melati, Dia tidak tahu kalau dirinya sudah menjadi budak dan sudah di tebus seorang pengusaha Israel. Dengan pikiran yang penuh teka-teki, pergelangan tangan diikat kedepan lalu ditarik oleh seorang pengendara yang menaiki onta, onta berjalan sangat perlahan, dikemudikan dan Melati yang terikat tangannya dan mulut yang tersumpal berusaha berjalan cepat agar tidak jatuh dan terus mengikuti pengendara onta yang menariknya dan tiba di sebuah rumah, disambut oleh seorang ibu. Pengendara onta itu kembali mengikat tangan Melati kebelakang, dan menyerahkan pada penghuni rumah itu. "You are sold for good, please obey your new master" katanya kepada Melati.
"eemmmmpphhhhh....!!!" Melati masih terengah-engah dan terkejut bahwa dirinya sudah dijual menjadi budak di Israel.

Bagaimana selanjutnya nasih Melati menjadi budak di Israel?

Jumat, 01 Agustus 2014

Gita Istiany dan Pertunjukan Gypsy Rope Magic

Gita Istiany adalah kembang kampus, dia cantik dan banyak digandrungi teman prianya, karena ramah dan mudah berteman. Satu yang istimewa dari Gita, dia memiliki suara yang merdu. Teman-temannya menyarankan Gita mengikuti audisi Indonesian Idol namun Gita merendah dan tidak merasa bahwa suaranya sebagus yang dikatakan teman-temannya. Hari ini adalah Dies Natalis di kampusnya, Gita tidak tampil menyanyi karena sedang sibuk dengan tugas-tuga yang harus diselesaikan. Gita dan Merry baru saja menyelesaikan kuliah terakhirnya hari ini.
"Wah ada keramaian di sana, lihat yuk!" ajak Gita pada Merry sahabatnya saat mereka di kampus, mereka kebetulan sering bersama-sama.
Tidak biasanya Gita mengikuti keramaian di kampusnya, konon ada pertunjukan sulap yang meramaikan dies natalis kampusnya.
Banyak petunjukan yang dipertunjukkan mengundang decak kagum pengunjung.
"Saya butuh satu mahasiswi untuk membantu di panggung" kata pesulap. Pilihan ternyata jatuh ke Gita.  Gita pun dijemput sang pesulap untuk naik ke panggung untuk membantu petunjukkan, tanpa ragu Gita pun ikut kepanggung oh ternyata sulap berikutnya menggunakan tali temali.
"Pertunjukan berikutnya adalah Gypsy Rope!!" pembawa acara menyebutkan.
Hari ini Gita berbusana rapi, pantas untuk naik panggung, memakai tanktop kuning dengan sweater berkancing dan rok biru muda selutut dengan sepatu model Mary Jane warna kuning, sejenis pantofel yang ada ban yang melintang dipunggung kakinya.
Pesulap meminta Gita mengangkat tangan kanannya lalu pesulap mengikat tali dan mengunci simpulnya di pergelangan tangan kanannya, lalu Gita di minta putar balik membelakangi penonton. Gita merasa pernah melihat pertunjukan Gypsy Rope berkali kali lewat You Tube maka Gitapun layaknya assisten pesulap secara luwesnya menaruh kedua tangannya di belakang pinggang kemudian pesulap itu menyambungkan tali pendek yang tersisa di pergelangan tangan kanannya diikat ke tangan kirinya maka lengkaplah tangan Gita terikat. Kemudian di ikatkan tali dari leher, bagian atas tubuh, sampai ke kaki. Gitapun memutar tubuhnya kebelakang sebanyak 2 kali ikut menunjukkan dan meyakinkan penonton bahwa dia sudah terikat erat. Dan berikutnya seperti petunjukan Gypsy rope biasanya, ada mahasiswa berkaus oblong diajak naik ke panggung, bersama Gita mahasiswa itu, mereka berdua ditutup dengan kain satin merah, beberapa saat di buka, mahasiswa tadi memakai bra merah Gita diluar kaus oblongnya, Gita merasa branya berpindah di tubuh mahasiswa itu sementara tubuhnya masih terikat erat. Bra pun dilepaskan dan pertunjukan segmen itu diakhiri karena terdengar adzan, waktunya sholat. Pesulap meminta Gita dilepaskan nanti dibelakang panggung, para pementas mendudukkan Gita di kursi berroda dan mendorongnya kebelakang panggung.
Dengan tangan dan kaki terikat, Gita menunggu ikatan tali di tangan dan kakinya dilepaskan.
"Mas, sudah bisa dilepas?" tanya Gita kepada pesulap setibanya di belakang panggung.
Sang pesulap mendekat dan bukannya melepaskan tali-tali yang mengikat Gita, malah menyumpal mulutnya dengan lakban;
"......eemmmmppphhhh!" Gita terkejut namun terlambat karena kaki dan tangannya sudah terikat erat dari tadi lalu mulutnya disumpal lakban, Pesulap langsung membekap hidung Gita dengan sapu tangan yang mengandung chloroform dan bau yang melemahkan syaraf itu membuat Gita tak sadarkan diri. Tubuhnya digendong dan dibawa masuk ke bagasi mobil oleh asisten pesulap. Gita di culik!!  Sementara pesulap masih akan mempertunjukkan sulapnya di panggung mahasiswa. Sementara Merry yang bersama-sama Gita, masih bingung  menunggu Gita kembali dari panggung, diapun kebelakang panggung menanyakan Gita yang dijawab tadi setelah dilepas Gita menerima telpon dan buru-buru pulang. Merrypun tidak menaruh curiga.
Gitapun sadar dan siuman
"Dimana aku berada,.." matanya melihat seisi ruangan..."
"......eemmmmppphhhh!" dalam sebuah gudang, Gita menyadari bahwa tangan kakinya terikat erat dan mulutnya disumpal lakban.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk melepaskan tali tali yang mengikatku ini" batin Gita yang menemukan dirinya terikat dan duduk disebuah kursi. Gita sesekali meronta-ronta siapa tahu tali yang mengikatnya bisa terlepas. Malam semakin larut, Gita masih terikat dikursi disekap di dalam gudang. Malam itupun dilalui tanpa ada seorang pun, entah si pesulap atau para asistennya yang menengok Gita atau bahkan membebaskan dia. Dan Gita yang lelah meronta-ronta lalu tertidur.
                                                                        ****
Pagi sudah cukup siang, ketika Gita terbangun, di dinding gudang ada sebuah jam dinding menunjukkan pukul 10.35 pagi. Cahaya terang dan terik menyelinap masuk dan memberi penyinaran pada gudang tempat Gita disekap. Belum ada yang mengunjunginya di gudang, entah pesulap maupun asistennya. Harapan itu pupus untuk dikunjungi sang pesulap dan kawan kawan, karena kira-kira sejam kemudian seorang perempuan dan dua laki-laki kekar dan tegap masuk sambil membawa sebuah cambuk ke gudang tempat Gita disekap.
"Hmm..... Seleranya Demian boleh juga, kamu cantik Gita...." sapa perempuan itu di telinga Gita.
"Kamu sudah kubayar mahal, mulai saat ini kamu menjadi tawananku, mengerti......!!" lanjutnya kepada Gita,
"Kamu boleh memanggilku Mistrees Marlyn, OK??!" matanya melotot padaku,
"......eemmmmppphhhh!" jawabku sambil menganggukkan kepala.
"Demian sudah menjual kamu kepadaku....! Cukup mahal, jadi sebagai budak kamu harus patuh!" lanjutnya, Demian adalah pesulap yang telah berhasil menculikku dan menjualku ke Mistrees Marlyn.
"Nah sebentar lagi kamu dikasih makan, biar kuat menghadapi ujian2 selanjutnya" Mistrees Marlyn melanjutkan.
Tiba-tiba tubuhku dibopong di pundak salah satu pria yang mengawal Mistrees Marlyn.
"Αkΰ mau dibawa kemana? pikirku.
BUKK!! Tubuhnya terhempas diatas ranjang di sebuah kamar, kemudian datang seorang pembantu wanita, dia melepaskan lakban yang menyumpalku dan disuapinya makanan, masih dalam pengawasan kedua pria kekar itu.
Sesaat Gita menyesali hal yang terjadi pada dirinya, Kenapa juga αku harus mampir di aula itu? Biasanya αku tidak ambil perhatian terhadap keramaian di kampus.
Kenapa juga αku mau naik keatas panggung dan menjadi obyek pesulap Demian dengan tangan dan kaki diikat? Aku pikir itu hanya permainan sulap biasa yang suka aku lihat di Youtube.
Jika αku tidak mampir ke aula, tentu saat ini αku masih bersama Merry sahabatku di kampus atau di mall.
Sementara di kampus Merry kehilangan sahabat dekatnya Gita; 
"kog aku tidak bertemu dia sehariaan" cemas Merry ditelponnya Gita ke nomor HPnya tidak aktif, di BBM Gitapun tidak delivery. Merry pasrah mungkin Gita sedang tidak mau diganggu pikirnya. Gita memang suka begitu, tahu-tahu telpon sudah berada dengan orang tuanya di Manado. Merry mengambil sikap pasif menunggu saja dihubungi Gita.

Sejam sudah sejak Gita menyantap makanannya, Gita masih terkapar, terikat tak berdaya dan bersepatu didalam kamar itu, hingga

"Gita, kamu dipanggil Mistrees" sapa salah seorang pengawal Mistrees Marlyn sambil membawa kursi roda. Gitapun digendongnya dan diletakkan di atas kursi roda itu. Kursi itu didorongnya, sampailah Gita di kolam renang, Mistrees Marlyn menyambutnya, lalu melepaskan sweater berkancing yang diikatkan dipinggangnya, sepatu mary janenya pun dilepas, lalu Gita digendong oleh sang pengawal dan dilemparkannya ke kolam renang.
Gita memang mahir berenang, namun dia belum pernah berenang dalam keadaan kaki tangan terikat erat dan mulut tersumpal lakban. Gita secara refleks menggoyang-goyangkan tubuhnya seperti ikan agar bisa berenang, lakbannya terlepas dan Gita kembali bisa mengambil nafas. Gita berusaha keras agar bisa mengambang dengan baik padahal kolam itu dalamnya cuma 1.75 cm.
Setengah jam kemudian sebuah kerek dengan pengait besi berhasil mengangkat Gita yang kecapaian, suasananya seperti pancing besar yang mendapatkan 'ikan' seperti Gita. Tergantunglah Gita sepanjang siang hingga sore dengan pakaian yang basah kuyup akibat dicemplungkan kedalam kolam. Gita menjadi tontonan siang jelang sore itu. Dibawah sana Mistrees Marlyn dengan berkumpul dan menjamu teman teman wanitanya, mendapatkan pertunjukan yang heboh. Ada perempuan muda terikat erat tergantung di atas kolam berenang seperti ikan yang baru dipancing. 
Menjelang matahari terbenam di temaram sunset acara kumpul perempuan dengan Mistress Marlyn pun selesai, para tamu mulai meninggalkan tempat. Gita yang terikat tergantung diatas kolam diturunkan. Pengawal mendudukkan Gita di kursi roda sementara pembantu perempuan membantu memakaikan sepatu mary jane kepunyaan Gita. Tubuh dan pakaian tank top dan rok selutut yang dikenakan Gita kering sendiri akibat lembab dan panasnya siang tadi saat Gita digantung. Pengawal membawa Gita kembali, tidak kekamar tempatnya disekap melainkan ke gudang, tempat Gita pertama kali diserahkan. Gita didudukkan di kursi dan ada seutas tali panjang yang mengikat tubuhnya dengan kursi. Dan Gita pun tertidur kelelahan..
Pagi itu Gita terbangun dan merasakan diri melayang, oh apakah αkΰ sedang pusing atau mual? Gita mendapati tubuhnya yang terikat sedang tergantung di langit-langit gudang dengan posisi hogtied.
"......eemmmmppphhhh!" Gita meronta ronta dan melihat ada tripod dengan video kamera membidik ke arah tubuhnya. Di sudut lain terlihat TV 21inch yang menayangkan keberadaannya saat ini.
Ditempat lain di ruang tamu, Mistrees Marlyn dan beberapa perempuan yang sahabatnya sedang bercengkerama 'nonton bareng' melihat tayangan penderitaan Gita yang terikat, tersumpal dan tergantung.
Menjelang malam Mistrees Marlyn datang bersama kedua pengawalnya, Gita diturunkan dan tali yang mengikat kakinya diganti borgol kaki,
"Gita, sapu dan bersihkan gudang ini,..." perintah Mistrees Marlyn.
"Yang bersih ya awas..."
Gitapun dengan bersusah payah dengan tangan yang terikat kebelakang sejak pertunjukan magic di kampusnya berusaha membersihkan dan menyapu gudang tempat dia disekap.

"Kurang bersih...!" kata Mistrees Marylin
Gitapun dengan kembali bersusah payah dengan tangan yang terikat kebelakang berusaha membersihkan dan menyapu gudang tempat dia disekap.
                                                                                                                                              (Bersambung)

Kamis, 31 Juli 2014

Hari Ulang Tahun Mila

Ika Tantri Mila Verania

Hari ini adalah Hari Ulang Tahunku, aku berangkat ke kantor dan sibuk bekerja seperti biasa. Jam 16 aku dipanggil keluar oleh bossku lalu ke bawah di tunggu di areal parkir, aku pun turun, didalam elevator tanganku ditarik kebalakang oleh dua temanku dalam satu elevator dan diikat dengan duct tape/lakban. Sesampainya aku di bawah dengan tangan yang terikat tak berdaya, aku didorong kesebuah tiang, tubuhkupun diikat erat di sebuah tiang listrik di parkiran, mataku tertutup, tangan terikat erat di balik tiang, kakiku terikat jadi satu ke tiang, ada tali lagi yang meliliti tubuhku ke tiang.
"Ngapain nich.....??" Aku berteriak gaduh meronta-ronta sampai mulutku juga akhirnya di bungkam.
"eemmmpphhhh.........!!" supaya tidak ribut kata salah satu teman kantorku.
Apa yang terjadi kemudian? Bossku meramaikan 'perayaan' ini dengan memberi aturan dan hadiahnya. Ternyata terjadi lomba melempar telor ke tubuhku bossku menghadiahkan, dengan sasaran wajah dapat
Rp 100.000,-  serta sasaran dada/tubuh dapat
Rp 25.000,- dan sasaran kepala mengenai rambut dapat Rp 50.000,- yang disponsori oleh bossku seorang pimpinan di perusahaanku tempatku bekerja sebagai Executive Secretary. Dengan penuh semangat karyawan kantor yang hanya 15 orang menimpukku, Owh! Ternyata terdengar suara Vita assistenku bersorak girang karena lemparannya tepat sasaran
"auww...aduh mengenai wajahku!" batinku
Selain tubuhku, kepalaku juga penuh dilumuri telor. Jam usai kantor tiba, lemparan itu terhenti. Rupanya mereka sudah bubar namun tubuh ini masih terikat erat tak berdaya di tiang listrik, tidak ada yang melepaskan. Aku sibuk meronta-ronta tapi sia-sia. Hari semakin terasa gelap. Aku takut dan cemas dalam keadaan terikat di areal parkiran kantorku.
"Selamat Ulang Tahun" sapa teman-teman kantorku dan orang-orang yang lewat, tidak dilepaskannya lakban yang mengikatku.
Areal parkiran dikantorku sudah sangat sepi, cemas mulai membelenggu diri ini hingga waktu yang cukup malam, mungkin sekitar jam 8 malam ? Saat bossku akan pulang dilepaskannya kaki dan tanganku, sambil diucapkannya "Selamat Ulang Tahun Mila" Aku pun pulang dalam keadaan bau telor dan bergegas mandi.

Sebuah hari yang sangat melelahkan namun mengesankan.